Di Jepang, Penggunaan Drone Dilarang Kalau Ada Orang di Bawahnya

Selain maksimal ketinggian 150 meter dari atas tanah, ternyata juga tak boleh dioperasikan kalau ada orang di bawahnya.

Di Jepang, Penggunaan Drone Dilarang Kalau Ada Orang di Bawahnya
Richard Susilo
Dr. Takashi Toraishi, CEO Strategi Inovasi, Rakuten, Inc bersama Drone Rakutan yang akan dipakai mengantarkan barang ke pembeli/pemesan 

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Aturan penggunaan Drone atau pesawat tak berawak di Jepang ternyata sangat ketat.

Selain maksimal ketinggian 150 meter dari atas tanah, ternyata juga tak boleh dioperasikan kalau ada orang di bawahnya.

"Memang aturannya agak merepotkan, tak boleh ada orang di bawahnya atau tak boleh sampai ada yang bisa melihat dronedi atasnya. Kami sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk hal-hal tersebut sampai kini," papar Dr Takashi Toraishi, CEO Strategi Inovasi, Rakuten, Inc siang ini (29/8/2017).

Drone akan dipakai Rakuten untuk mengantarkan barang lewat udara kepada pembeli/pemesan di masa depan.

Saat ini digunakan untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat kota Minami Soma di utara Jepang yang hancur akibat ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima 11 Maret 2011.

"Dengan drone kita bisa mengantarkan obat dan kelengkapan lain bagi kebutuhan para korban bencana alam di Jepang," paparnya lagi.

Meskipun demikian ada kesulitan yang dihadapi alat ini yaitu cepat habisnya tenaga bateri yang mungkin diperkirakan menurutnya hanya bisa membawa barang sekitar 15 kilometer saja, setelah itu harus di recharge kembali.

"Masalah bateri memang masalah besar dan kami masih terus mencari upaya pengembangan lebih lanjut supaya bisa digunakan lebih lama lagi."

Sedangkan kecepatan drone yang dipakai sempat mencapai 30 km per jam. Namun pada umumnya kecepatan drone hanya 10 km/jam.

Lalu apabila mengalami kecelakaan menghantam manusia, berapa ganti ruginya?

"Tentu kita mengasuransikan semuanya dan bisa dipakai untuk ganti rugi bagi korban kalau memang ada kecelakaan demikian. Sampai saat ini tidak pernah ada kecelakaan yang dilakukan Rakutan terhadap drone yang dimiliki."

Toraishi juga tak mau mengungkap jumlah nilai asuransi yang dipakai untuk meng cover kecelakaan tersebut, "Maaf kami tak bisa mengungkapkannya," tekannya kepada Tribunnews.com siang ini.

Meskipun demikian Toraishi menjamin keamanan drone yang akan digunakan bagi pengantaran barang kepada pembelinya/pemesannya.

Di masa depan drone dianggap akan hilang, tekannya, dan akan digantikan oleh mobil terbang (mobang) yang saat ini sedang dirancang oleh beberapa perusahaan di dunia termasuk oleh Toyota Motor Corporation. (*)

Editor: Yusmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved