Breaking News:

Aceh Sudah Empat Kali Ganti Nama

Akademisi dari IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr Amiruddin Yahya MA, mengungkapkan bahwa

Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali (tengah) bersama Manajer Radio Serambi FM, Nani HS berbincang dengan mahasiswa STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa saat kunjungan silaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (18/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Karena belum Temukan Format Terbaik

LANGSA - Akademisi dari IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr Amiruddin Yahya MA, mengungkapkan bahwa sejak negara ini merdeka dari penjajah Belanda, daerah Aceh sudah empat kali berganti nama. Namun kondisi sosial dan kemasyarakatan belum banyak berubah. Padahal Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Dulunya provinsi ini bernama Aceh Darussalam, lalu berganti menjadi Daerah Istimewa Aceh. Pascareformasi berubah menjadi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan yang sekarang diubah lagi menjadi Provinsi Aceh. Hal ini menunjukkan, pemimpin negeri ini belum menemukan dan masih mencari-cari format terbaik untuk provinsi ini,” katanya.

Menurutnya, kita patut mensyukuri sumberdaya alam yang dilimpahkan Allah Swt untuk daerah ini. Namun pengelolaan dan pemanfaatannya belum mempu menyejahterakan rakyat Aceh. “SDA Aceh ini baru akan bermanfaat bagi masyarakat Aceh bila pemimpinnya mampu mengelola dan mengembangkannya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan sumberdaya yang dimiliki, Aceh harus lebih progresif baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, agama, hukum, sejarah, dan lainnya.

Amiruddin mengajak semua pihak dan golongan yang ada di Aceh, melupakan semua persoalan yang tidak produktif, karena itu dapat menyita pikiran dan tenaga. “Mulailah dengan visi baru dan konsep baru. Mulailah untuk membangun dan tidak terkurung dalam pola pikir statis. Sense of Belonging yang ada pada pribadi rakyat Aceh harus dipertahankan dan digunakan untuk membangun Aceh baru,” sarannya.

Secara khusus, Dosen IAIN ZCK Langsa ini meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang dilantik hari ini, mampu mengelola dan mengembangkan potensi di Aceh untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan bermartabat bagi rakyat Aceh secara keseluruhan. Namun tetap waspada dengan neokolonialisme berbalut investasi negara asing yang masih suka dielu-elukan. Padahal, negara asing punya agenda tersendiri untuk mengeruk SDA negeri ini.

“Apalagi tantangan ke depan semakin berat, khususnya dalam menghadapi kemiskinan, kesehatan dan pendidikan. Fokus pada aspek ini sangat penting dalam memajukan Aceh. Jika tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik, maka kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan akan tercipta dengan sendirinya,” ujarnya.

Meskipun aspek-aspek lain juga harus menjadi perhatian. Sebab bila berbicara pembangunan harus dalam semua aspek, tidak parsial. “Aceh tidak boleh lagi terpuruk dalam bingkai konflik, yang tidak menguntungkan semua pihak. Saat ini yang harus dipikirkan bagaimana sumber daya alam dan sumber daya manusia diarahkan pada pembangunan Aceh ke depan,” kata Amiruddin Yahya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved