Breaking News:

Wagub Ultimatum Dinkes dan BPJS

Dua hari setelah dilantik jadi Gubernur Aceh periode 2017-2022, Irwandi Yusuf bersama Wakilnya, Nova Iriansyah

Editor: hasyim
Presiden RI, Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana memberi ucapan selamat kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf didampingi istri, Darwati A Gani dan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Istri, Dyah Erti Idawati usai dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRA, Rabu (5/7/2017). SERAMBI/M ANSHAR 

* Beri Waktu Seminggu Sederhanakan Layanan JKA

BANDA ACEH - Dua hari setelah dilantik jadi Gubernur Aceh periode 2017-2022, Irwandi Yusuf bersama Wakilnya, Nova Iriansyah, langsung melakukan gebrakan untuk mewujudkan janji politiknya menyederhanakan pelayanan kesehatan bagi rakyat Aceh.

Untuk itu, Gubernur Irwandi menugaskan Wagub Nova Iriansyah memimpin rapat kerja, Jumat (7/7) kemarin, dengan pihak Dinas Kesehatan Aceh, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kanwil Aceh, dan instansi teknis lainnya. Mereka bersama-sama membahas program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) Plus yang akan dijalankan bulan ini.

Seiring dengan itu, Wagub Aceh memerintahkan Dinkes bersama BPJS Kesehatan untuk segera membentuk tim penyederhanaan sistem pelayanan berobat melalui program JKA dengan tenggat waktu satu minggu.

“Untuk pembentukan tim dan penerbitan SK timnya, Wagub memberi waktu kepada Dinkes dan BPJS Kesehatan bersama instansi terkait lainnya satu minggu,” kata Kepala Dinkes Aceh, dr Hanif, seusai rapat kerja kepada Serambi di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (7/7).

Rapat kerja Wagub dengan pihak Dinkes dan BPJS itu, menurut Hanif, dihadiri Sekda Aceh Dermawan MM, Asisten I Sekda Aceh Dr Iskandar A Gani, dan Asisten III Kamaruddin Andalah MSi.

Hadir juga Kepala Biro Hukum Edrian MH, Kepala Biro Organ Ramli Daud, Kepala BPJS Kesehatan Regional I Sumatera Utara di Medan, dr Rudi, Kepala BPJS Kanwil Aceh yang baru, dr Sri bersama Kepala BPJS Kesehatan yang lama, Rita Masyita Ridwan, Direktur Rumah Sakit dr Zainoel Abidin (RSUZA), Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Kepala Dinas Registrasi Penduduk, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Aceh, dan lainnya.

Dalam pidato arahannya pada rapat tersebut, Wagub Nova Iriansyah menyatakan, rapat kerja dengan pihak Dinkes dan BPJS Kesehatan dimaksudkan untuk merealisasikan janji kampanye Irwandi-Nova kepada masyarakat. Janji itu adalah jika mereka terpilih menjadi Gubernur dan Wagub Aceh periode 2017-2022 dalam Pilkada 15 Februari lalu, maka mereka akan menyederhanakan sistem pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Salah satunya, menurut Nova, adalah masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas dan rumah sakit umum daerah, harus dipermudah prosesnya.

“Pendeknya, setelah dilantik kami berkewajiban merealisasikan janji politika tersebut,” ujarnya serya menambahkan bahwa program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) yang dijalankan Pemerintah Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf lima tahun lalu adalah kelanjutan program JKA yang digagas pada masa pemerintahan Gubernur Irwandi Yusuf bersama Muhammad Nazar (2007-2012).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved