Breaking News:

Aceh Dapat 46% Saham di KEK Arun

Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan Provinsi Aceh melalui Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) sudah mendapatkan

Editor: bakri
GUBERNUR Aceh, Irwandi Yusuf (kiri) menandatangani berita acara pelantikan Muhammad Thaib (dua kiri) dan Fauzi Yusuf (kiri) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara Periode 2017-2022 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu (12/7). 

* Presiden Sudah Setuju

LHOKSEUMAWE - Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan Provinsi Aceh melalui Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) sudah mendapatkan 46% saham dalam pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Artinya, saham Aceh sudah bertambah 21% dari sebelumnya hanya 25% dan hal itu sudah disetujui Presiden RI Joko Widodo.

Irwandi bahkan memprediksi Aceh bisa memiliki saham mayoritas, mencapai 51% dalam enam tahun ke depan. “Setelah KEK Arun berjalan enam tahun, Aceh harus dominan dalam kepemilikan saham,”

demikian antara lain isi sambutan Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSc seusai melantik Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara periode 2017-2017 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara di gedung dewan, Rabu (12/7).

Hal serupa juga disampaikan Irwandi saat diwawancara wartawan seusai melantik Suaidi Yahya dan Yusuf Muhammad masing-masing sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe masa jabatan 2017-2022 di Gedung DPRK Lhokseumawe kemarin.

Saham tertinggi itu, lanjut Irwandi, diperoleh Aceh atas perjuangan Irwandi setelah ia terpilih menjadi Gubernur Aceh. “Tiga bulan lalu, saya mengadakan pertemuan dengan konsorsium KEK Arun, yaitu Pertamina yang memiliki saham 25%, PT PIM 25%, dan PT Pelindo 25%. Dalam pertemuan itu saya paparkan bagaimana kondisi Aceh dulu, ketika masyarakatnya hanya jadi penonton,” kata Irwandi.

Dalam pertemuan itu dievaluasi soal KEK Arun secara menyeluruh. Irwandi mengaku telah meminta kepada ketiga anggota konsorsium KEK Arun supaya mengurangi saham mereka masing-masing tujuh persen. “Karena pembagian saham sudah adil, masing-masing 25 persen, tapi tidak adil bagi Aceh sebagai pemilik wilayah,” ujar Irwandi.

Ketiga anggota konsorsium tersebut, kata Irwandi, akhirnya menyetujui untuk mengurangi jatah saham dalam pengelolaan KEK Arun tersebut, masing-masing 7%, sehingga Aceh sudah memiliki 46% saham. “Hal itu juga sudah saya sampaikan kepada Presiden. Pak Jokowi juga sudah menyetujuinya,” ujar Irwandi.

Menurut Irwandi, salah satu program strategis Aceh ke depan adalah pengembangan KEK Arun Lhokseumawe yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang KEK Arun Lhokseumawe dan efektif berlaku sejak Februari 2017.

Selain itu, lanjut Irwandi, porsi saham 30% milik Pemerintah Aceh pada proyek regasifikasi Arun Lhokseumawe yang dikelola PT Perta Arun Gas (PAG) juga akan dimaksimalkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved