Pansus Desak Dibangun Oprit Jembatan

Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bandarbaru mendesak

Pansus Desak Dibangun Oprit Jembatan
SERAMBI/IDRIS ISMAIL
Pansus III DPRK Pidie Jaya bersama Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten setempat, Jumat (14/7) memperhatikan kondisi Oprit jembatan yang telah ambruk akibat gempa dan banjir 2016 lalu. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

* Hubungkan Jinjiem-Abah Lueng

MEUREUDU - Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bandarbaru mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk dapat membangun segera oprit jembatan yang menghubungkan antara Gampong Jinjiem dengan Abah Lueng.

Ketua Pansus III Tgk Musri M Ali SPd bersama Wakil Pansus Bustami HS dan Sekretaris Pansus Misdar kepada Serambi, Jumat (14/7) mengatakan, oprit jembatan penghubung antara Gampong Jinjiem dengan Abah Lueng tersebut ambruk akibat gempa dan terjangan banjir 2016 lalu.

“Sementara ini jembatan tersebut ditangani secara darurat dengan menggunakan batang kelapa agar warga dapat melintas,” sebut Tgk Musri M Ali.

Selama puluhan tahun terakhir jembatan tersebut digunakan oleh ribuan warga pedalaman di kecamatan paling barat di Pijay itu, misalnya oleh warga Gampong Lhok Duek, Jinjiem, Abah Lueng, Lancok, dan Gampong Langgien. Umumnya warga yang melintasi jembatan tersebut adalah petani kebun dan sawah.

Oleh karena itulah, masyarakat mendesak agar pemerintah dalam hal ini Dinas PU untuk segera membangun oprit atau kepala jembatan tersebut. “Kami mendesak agar pembangunan ini dapat diprioritaskan, supaya masyarakat lebih nyaman,”ujarnya.

Diusul 2018
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Pijay Rizal Fikar ST kepada Serambi, Jumat (14/7) mengatakan, pihak dinas telah mengusulkan alokasi dana Rp 2 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2018. “Jumlah dana tersebut diplotkan untuk pembangunan tanggul batu penahan kedua sisi oprit jembatan serta pembangunan oprit,”jelasnya.

Dijelaskan, untuk sementara waktu pihaknya telah melakukan pembangunan secara darurat berupa pemasangan batang kelapa agar dapat dilintasi oleh warga, meski harus berhati-hati karena kondisi yang serbadarurat. “Kami yakin pertengahan tahun 2018 dapat dirampungkan,” tukasnya.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved