Mahasiswa Diminta Netral dalam Pilkada Aceh Selatan

"Sudah seharusnya mahasiswa lebih berpikir bagaimana memajukan daerahnya dan mampu melihat bagaimana kondisi dan keadaan politik itu sendiri,

Mahasiswa Diminta Netral dalam Pilkada Aceh Selatan
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perhelatan dan persaingan menuju pilkada di Aceh Selatan sedang maraknya diberitakan sejumlah media.

Baik itu dari mulut ke mulut maupun di media sosial bahkan media-media massa online pun kian berganti judul atas isue pilkada di negeri pala ini.

Tak dipungkiri, mahasiswa juga iku berbicara soal Pilkada di Aceh Selatan itu. Ada yang mendukung pasangan ini, pasangan itu, bahkan sesama pendukungpun terjadi debat kusir dan adu argumen.

Wakil Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Kluet Utara (IMPKU), Yulizar mengatakan, pada hakikatnya mahasiswa itu adalah salah satu generasi perubahan dan akan menjadi pengaruh besar terhadap kemajuan suatu daerah.

"Sudah seharusnya mahasiswa lebih berpikir bagaimana memajukan daerahnya dan mampu melihat bagaimana kondisi dan keadaan politik itu sendiri, bukan hanya mengambil keuntungan dalam kesusahan rakyat," ungkap Yulizar.

Tetapi, kembali ke arti dasar dan tujuan utama dari pada seorang mahasiswa yaitu menimba ilmu dan merubah pemikiran yang arogan ke intelek bukan membuat isue dan kong kali kong dengan suatu kepentingan politik.

"Saya tidak menyalahkan semua mahasiswa, tetapi lebih baik mahasiswa tersebut dipergunakan sebaiknya dan jangan disalah gunakan untuk kepentingan politik sesaat," kata Yulizar, Selasa (18/7/2017).

Bagaimana terhadap mahasiswa yang memang murni untuk menimba ilmu dan tidak berkecimpung dalam dunia politik praktis, tetapi nama mahasiswa terseret juga.

"Boleh saja mendukung salah satu calon, apalagi memberi saran, tetapi jangan over kapasitas. Lebih baik membahas bagaimana mencari pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat Aceh Selatan," ujar Yulizar

Saat ini Aceh Selatan membutuhkan memimpin yang berdedikasi dan kedisiplinan yang lebih tegas untuk memantapkan kinerja para aparatur dan pegawai negeri yang kurang profesional dalam bertugas.

"Saya hanya berpendapat dan memberi saran terhadap keadaan di Aceh Selatan untuk sekarang terutama di bidang kesehatan agar proses atau sistemnya lebih baik, dan jangan terlalu mempersulit pasien. Perbanyak dokter spesialis dan subspesialis lainnya," tutup Yulizar yang akrab disapa si Adek. (*)

Penulis: Jalimin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved