beras

Gudang Beras Digerebek, Mentan Enggan Jawab Aturan Hukum Dilanggar

Petani juga akan lebih memilih menjual Gabah ke PT IBU, karena PT IBU membeli gabah jauh di atas harga pemerintah.

Gudang Beras Digerebek, Mentan Enggan Jawab Aturan Hukum Dilanggar
kompas.com
Mentan RI Dr Andi Amran Sulaiman 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  - Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan dan Operasi Penurunan Harga Beras Mabes Polri menggerebek sebuah gudang beras di Jalan Raya Rengas Bandung, Bekasi.

Dalam penggerebekan gudang beras milik PT Indo Beras Unggul dipimpin Kapolri Jenderal Pol Titi Karnavian dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Aksi penggerebekan tersebut mendapat perhatian dan tanggapan luas dari berbagai pihak terutama di media sosial.

Tapi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman enggan menanggapi pertanyaan wartawan terkait aturan hukum yang dilanggar PT Indo Beras Unggul dalam memproduksi beras premium.

"Tanya deh itu ke polisi. Penyidkan itu, jangan kami masuk ke sana. Ini cuma dicampur semua, sudah," ujar Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Menurut Amran, penggrebekan yang dilakukan polisi merupakan sebuah langkah untuk melakukan penstabilan harga pangan khususnya beras.

Hal itu, kata Amran, juga terjadi pada produk pangan lain, seperti bawang putih, cabai, dan jagung yang telah stabil harganya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah tengah berfokus untuk menjadikan subsidi lebih tepat sasaran sehingga petani benar-benar diuntungkan dengan harga pangan yang juga tidak memberatkan konsumen.

Ia menilai bahwa saat ini ada kesenjangan keuntungan yang besar antara petani, konsumen, dan produsen.

"Seluruh harga beras ini relatif sama. (Perum) Bulog beli Rp 7.300 dari penggilingan. Berarti dari petani katakanlah Rp 7.000, mungkin Rp 6.800. Average Rp 7.000," ujar Amran.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved