Agustus Teken MoU

PADA kesempatan yang sama, Presiden I-Fish, Yukio Seo mengatakan berdasarkan hasil kajian pihaknya, perairan laut Aceh

Agustus Teken MoU
Behrouz MEHRI / AFP
Kiyoshi Kimura, pengusaha restoran sushi yang dikenal dengan julukan "Raja Tuna", memperlihatkan ikan tuna seberat 212 kilogram yang dibelinya dalam lelang dengan harga Rp 8,5 miliar. 

PADA kesempatan yang sama, Presiden I-Fish, Yukio Seo mengatakan berdasarkan hasil kajian pihaknya, perairan laut Aceh sangat mendukung pengembangbiakan tuna yellowfin (sirip kuning). “Di dunia saat ini baru ditemukan dua lokasi yang cocok bagi ikan ini untuk bertelur, yakni di Panama dan Meksiko. Banda Aceh akan jadi lokasi ketiga di dunia dan ini sangat luar biasa,” sebutnya.

Terkait rencana proyek budidaya ikan tuna di Banda Aceh juga telah disampaikan kepada Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia di Jakarta. “Hasil pertemuan dengan Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan RI), beliau merekomendasikan agar kami berkolaborasi dengan PT Perikanan Nusantara (Persero). Tahap awal, pada Agustus mendatang kita akan menandatangani MoU dengan mereka,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini SDA di Aceh khususnya sektor perikanan belum dikelola optimal. Ikan-ikan yang ditangkap nelayan selama ini dijual murah. “Kami harap dengan adanya proyek budidaya ini bisa memberi nilai tambah bagi nelayan lokal, dan menggerakan perekonomian Banda Aceh,” sebutnya.

Tahap pertama, proyek ini akan mendapat bantuan dana dari JICA dan ia juga membeberkan sekilas mengenai teknik budidaya tuna akan diterapkan, yakni sistem keramba dengan panjang sekira 50 meter dan kedalaman mencapai 30 meter.

“Teknologi yang digunakan aman bagi lingkungan. Hasil diskusi dengan Ibu Susi, konsep ini juga memungkinkan kita terapkan di perairan lainnya di Indonesia, seperti di Morotai dan Natuna,” tutup Yukio Seo. (rel/mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved