Opini

Setan Itu Bernama Android

SEJAK setan dikeluarkan dari surga, ada tiga sumpahnya yang diucapkannya dihadapan Allah Swt

Setan Itu Bernama Android
bbc

Oleh Fahmi Sofyan

SEJAK setan dikeluarkan dari surga, ada tiga sumpahnya yang diucapkannya dihadapan Allah Swt, yaitu: Pertama, la’ahtanikanna (akan saya sesatkan mereka); Kedua, laughwiyanna (akan saya perdayai meraka), dan; Ketiga, lauzaiyinanna (akan saya hiasi kemaksiatan yang mereka lakukan). Ini berarti setan tidak main-main dalam menjalankan misinya di dunia, yaitu mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya dan kemudian menyeretnya ke dalam neraka.

Allah Swt berfirman, “Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya, (dan Allah berfirman): Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia. Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. Allah berfirman: Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). Sesunggunya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’am: 128).

Allah Swt memberikan peluang kepada setan untuk menggoda manusia dengan empat macam cara, sebagaimana firman-Nya, “Dan permudahkanlah di antara mereka (untuk berbuat maksiat) dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bergabunglahlah dengan mereka melalui harta dan anak-anaknya dan berikanlah janji-janji kepada mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipu daya belaka.” (QS. al-Isra’: 64).

Cara pertama, dengan mempermudah manusia ketika berbuat maksiat, maka tidak perlu heran kalau seseorang ingin berbuat maksiat akan lebih mudah dibandingkan taat kepada Allah Swt;

Kedua, Allah mengizinkan setan untuk mengirimkan pasukannya untuk menggoda manusia, mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan atau lebih hanya untuk menggoda manusia saja. Maka ada setan yang menggoda manusia ketika dia sedang tidur, ada setan menggoda manusia ketika ia sedang ber-wudhu’, shalat, berzikir, membaca Alquran, dan banyak lagi. Setan-setan tersebut mempunyai nama dan tugas yang berbeda-beda;

Ketiga, menggoda manusia melalui harta dan anak, sehingga kita tidak perlu heran ada seorang ahli ibadah yang kufur kepada Allah gara-gara harta dan anaknya, dan; Cara keempat, setan menggoda manusia dengan janji-janji muluknya yang diucapkannya kepada manusia.

Dari keempat cara di atas misi setan cuma satu, yaitu menjauhkan manusia atau membuat ia lalai dari mengingat Alah Swt, maka ada setan yang tugasnya hanya membuat manusia lalai dalam shalatnya. Setan ini bernama Khinzib. Ada setan yang cuma diberikan tugas menggoda manusia ketika ber-wudhu’ yang bernama Walhan. Setan Dasim menggoda manusia ketika makan, dan masih banyak setan-setan lain yang memiliki tugas yang berbeda seperti Tabri, Wasnan, Zalanbur, A’wan, Abyad, Matun, dan lain-lain.

Setan Android
Kita tidak menyadari ada setan yang lebih dari itu, dia bisa menggoda manusia dari berbagai lini, yaitu Android yang selalu kita bawa kemana saja kita pergi, seperti saat kita ke kamar mandi, bahkan ke tempat ibadah. Dengan berbagai aplikasi canggih di dalamnya membuat seseorang bebas untuk mengakses apa saja yang ia inginkan baik itu hal-hal yang positif maupun yang negatif, sehingga tidak perlu heran kalau ada seseorang yang sibuk dengan androidnya 24 jam serta melupakan hal-hal yang lain.

Ia bisa membuat seseorang lalai untuk melaksanakan shalat, bahkan di dalam shalat pun seseorang tidak khusu’ gara-gara dia. Ini dibuktikan ketika selesai pelaksanaan ibadah shalat, ia bukannya berzikir tetapi langsung mengaktifkan Android-nya. Begitu juga ketika khutbah Jumat berlangsung, seseorang sibuk dengan Android-nya, bahkan sampai khutbah berakhir.

Dia tidak hanya mengganggu interaksi seseorang dengan Tuhannya, tetapi juga interaksinya dengan masyarakat, bahkan orang tuanya sendiri. Ini dikarenakan seseorang sudah memiliki kehidupan baru, yaitu kehidupan alam maya. Inilah bedanya setan biasa (dari jenis jin dan manusia) dengan setan Android. Kalau setan biasa, manusia cukup berlindung dari Allah Swt, maka setan itu akan takut dan lari dari manusia bahkan ia tidak berani menggoda manusia. Tetapi setan Android tidak akan pernah takut dan lari dari manusia.

Di sinilah letaknya peran manusia untuk bisa mengontrol Android-nya dan bukan sebaliknya. Jangan sampai kita menjadi manusia yang lupa kepada Allah Swt. Kemudian, pada waktu itu diberikan terus kemudahan-kemudahan oleh Allah Swt, dan kita lalai dengan kemudahan itu. Maka tatkala itulah Allah Swt menyiksa manusia dan menurunkan azabnya. Nauzubillah.

Firman Allah Swt, “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. al-An’am: 44).

* Fahmi Sofyan, Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Email: fahmiesofyan@yahoo.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved