Polisi Periksa Kadisdik Pidie

Tim penyidik dari Polres Pidie sepanjang Kamis (27/7) memeriksa Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie

Polisi Periksa Kadisdik Pidie
google/net
Media Sosial 

SIGLI - Tim penyidik dari Polres Pidie sepanjang Kamis (27/7) memeriksa Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie Murthalamuddin SPd MSP selama empat jam atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman pemecatan terhadap guru SMPN 2 Kecamatan Geumpang, Ummiyati.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul SH kepada Serambi, Kamis (27/7) petang mengatakan, pemeriksaan Kadisdik Pidie Murthalamuddin selama empat jam, sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Selama dua jam menjalani istirahat, sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. “Tim penyidik telah memeriksa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan selama empat jam,”sebut AKP Syamsul SH.

Sebelumnya, pihak penyidik juga telah memintai keterangan atau pemeriksaan terhadap pelapor, Ummiyati sejak 1 Juli 2017 lalu. Kepala SMPN 2 Geumpang Syarifuddin SPd juga telah dimintai keterangan pada 21 Juli lalu.

Dalam pemeriksaan terhadap Kadisdik Pidie itu, pihak penyidik menanyakan sejumlah pertayaaan seputar penahanan gaji dan dana sertifikasi untuk bulan Juni lalu. Kendati demikian, kata AKP Syamsul, pihaknya juga terus memanggil saksi-saksi lain, termasuk meminta keterangan ahli bahasa di Banda Aceh terhadap postingan berita-berita di media. “Jika ahli bahasa telah menentukan, maka berkas pemeriksaan tidak menjadi kendala atau keraguan pada saat masuk ke pihak kejaksaan,”jelasnya.

Seperti diketahui, kuasa hukum Ummiyati dari Kantor Perwakilan Pengacara Mohammad Isa Yahya & Asociates sejak Sabtu (1/7) resmi mempolisikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pidie Murthalamuddin SPd MSP. Kadisdik Pidie itu ditengarai melakukan pencemaran nama baik dan ancaman pemecatan terhadap guru SMPN 2 Kecamatan Geumpang, Pidie.

Kuasa hukum Mohammad Isa Yahya SH melalui Syahrol Riza SHI kepada Serambi, Minggu (2/7) mengatakan, laporan ini berdasarkan surat laporan polisi nomor LP/87/VI/2017/SPKT Polres Pidie tanggal 22 Juni tentang pencemaran nama baik. Dikatakan, secara perdata telah menimbulkan kerugian berupa penahanan gaji dan tunjangan sertifikasi, sedangkan secara pidana telah mencemarkan nama baik klien. “Karenanya, Kadisdik Pidie mesti bertangung jawab secara hukum baik pidana maupun perdata,” kata Syahrol Riza SHI.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved