Aktivitas Sinabung Meningkat, Warga Diimbau Jauhi Zona Merah

Awan panas guguran terjadi sekira pukul 01.31 WIB dengan jarak luncur 4 ribu meter ke arah tenggara-timur

Aktivitas Sinabung Meningkat, Warga Diimbau Jauhi Zona Merah
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Luncuran awan panas dari sisi tenggara Gunung Sinabung terlihat dari Desa Tiga Pancur, Karo, Jumat (19/6/2015). Aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih sangat tinggi, dengan masih terjadinya luncuran awan panas dan lava pijar. Saat ini pengungsi 10.377 jiwa (2.762 KK) yang tersebar di 10 pos pengungsian di Kabupaten Karo. 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo mengimbau warga tidak memasuki zona merah Gunung Sinabung, menyusul adanya peningkatan aktivitas pada Selasa (2/8/2017).

Awan panas guguran terjadi sekira pukul 01.31 WIB dengan jarak luncur 4 ribu meter ke arah tenggara-timur, dan membentuk kolom abu setinggi 3 ribu meter ke arah selatan.

Baca: BREAKING NEWS: Puluhan Rumah Rusak Diterjang Banjir Lahar Gunung Sinabung

"Masyarakat harus mematuhi larangan zona merah. Diingatkan kembali jangan masuk ke zona merah," kata Kepala BPBD Karo Martin Sitepu.

BNPB sendiri sudah memperluas areal zona merah sejak awal tahun ini. Secara keseluruhan zona merah berada dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Namun beberapa titik memiliki radius lebih luas, seperti selatan-tenggara mencangkup tujuh kilometer, sektor tenggara-timur enam kilometer, dan sektor utara-timur empat kilometer.

Seluruh wilayah ini sering dilintasi awan panas ketika erupsi terjadi.

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved