Pernah Nonton Video Garam Bercampur Beling? Pengunggah dan Penyebarnya Dilaporkan ke Polisi

Ada sejumlah nama yang diberikan pelapor kepada polisi sebagai pemilik akun media sosial yang berperan mengunggah atau menyebarkannya

Pernah Nonton Video Garam Bercampur Beling? Pengunggah dan Penyebarnya Dilaporkan ke Polisi
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Kuasa hukum produsen garam kemasan melaporkan akun penyebar dan pengunggah video garam opolosan beling. 

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA - Produsen garam kemasan asal Surabaya melaporkan sejumlah pengguna media sosial ke Polda Jatim.

Mereka disebut melakukan pencemaran nama baik dengan mengunggah dan menyebarkan konten garam oplosan beling atau potongan kaca di sejumlah media sosial seperti YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya.

Dalam konten tersebut, kata kuasa hukum PT Sumatraco Langgeng Makmur, Bagus Teguh, ditampilkan gambar produk garam kemasan milik kliennya yang bermerek "Kerapan Sapi" dan "Sarcil".

"Padahal hasil tes laboratorium oleh BPOM Surabaya, produk garam klien kami 100 persen murni dan tidak ada kandungan beling seperti yang disebarkan," kata Bagus di SPKT Polda Jatim, Jumat (18/8/2017).

Baca: Petani Garam Makin Terjepit

Akibat penyebaran konten tersebut sudah pasti kliennya mengalami kerugian secara materil maupun nonmateril.

"Indikasinya banyak distributor yang protes karena banyak kios yang menolak garam kemasan dengan dua merek itu," ucapnya.

Ada sejumlah nama yang diberikan pelapor kepada polisi sebagai pemilik akun media sosial yang berperan mengunggah atau menyebarkan konten garam oplosan.

"Tentang peran masing-masing pemilik akun kami pasrahkan kepada polisi," jelasnya.

Aksi pengunggah dan penyebar video itu, kata Bagus, melanggar Pasal 27 ayat 3 UU no 11 tahun 2008 juncto pasal 45 ayat 3 UU 19 tahun 2016 tentang ITE.

Baca: Harga Garam Meroket

Video garam oplosan beling tersebar di media sosial sejak dua pekan terakhir. Video itu dilengkapi pembuktian dan uji coba sederhana yang membuktikan bahwa garam dengan merek tertentu mengandung beling.

Namun hasil uji BPOM Surabaya tidak menemukan garam oplosan dimaksud. Bahkan, BPOM menyebut pembuat video garam oplosan tidak memiliki kompetensi, dan video yang disebar disebut hoaks.

Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul "Pengunggah dan Penyebar Video Garam Beling Dilaporkan ke Polisi"

Editor: Zaenal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved