DPRA Sesalkan Pernyataan Wagub

Pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PDIP Aceh

DPRA Sesalkan Pernyataan Wagub

* Ketua F-PA: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

BANDA ACEH - Pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PDIP Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (19/8), telah memantik beragam reaksi dari sejumlah politisi di DPRA, termasuk juga dari partai dan kalangan aktivis.

Hingga tadi malam, statemen Wagub yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Aceh ini terus mendapat tanggapan, meski meski secara pribadi Nova telah menyampaikan permohonan maaf-nya.

Tanggapan salah satunya disampaikan langsung oleh Ketua DPRA, Tgk Muharuddin SSos. Dia menyesalkan pernyataan Wagub yang dinilainya terlalu berlebihan dan bisa menyinggung perasaan Anggota DPRA.

“Pernyatan itu bisa menyinggung perasaan anggota DPRA dan membuat hubungan kemitraan dan kerja sama legislatif dengan eksekutif tidak harmonis lagi di masa depan,” kata Tgk Muharuddin, kepada Serambi, Minggu (20/8).

Sebelumnya, ketika membuka Rekerda PDIP, Nova Iriansyah mengharapkan semua partai pengusung dan pendukung agar bisa meraih kursi maksimal di DPRA pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Sebab, apabila parlemen dikuasai oleh partai lain (lawan politik), Nova khawatir akan ada pihak-pihak yang menghambat program pemerintah ke depan.

“Karena sudah mulai ada gejala kita selalu dihempang di DPRA. Sudah mulai ada gejala, single majority itu digunakan untuk menghambat program-program yang sudah kita susun dengan baik,” katanya.

Nova juga mengingatkan, partai pendukung pemerintah saat ini belum bisa mengalahkan partai penguasa. Dia berharap, PNA, PDA dan PKB bisa menambah kursi dan PDIP juga bisa mengirim perwakilannya ke DPRA. Tentu dengan tidak mengurangi jatah Demokrat. “Di DPRA merah harus dilawan dengan merah. Biru, kuning, biru muda, hijau belum cukup mampu, jadi kami butuh merah, merah yang lain (PDIP),” pungkas Wagub.

Terkait hal itu, Muharuddin justru balik bertanya, usulan program apa saja yang akan dan telah dihambat oleh DPRA? Sebab usia pemerintahan Irwandi-Nova sendiri baru berjalan 42 hari setelah resmi dilantik pada 7 Juli 2017 lalu.

Jika kaitannya dengan koreksi KUA-PPAS yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri ST, Muhar menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Nurzahri merupakan hasil musyawarah dan mufakat dengan partai-partai lain di Komisi II, bukan semata koreksi dari Partai Aceh.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved