Breaking News:

Sudah Punya Anak Cucu, 60 Pasutri Harus Lakukan Ini Agar Pernikahannya Dianggap Sah Oleh Negara

Isbat nikah diperuntukkan bagi korban konflik dan warga miskin dilaksanakan secara terpadu tanpa mengutip biaya sama sekali.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Sejumlah pasangan suami istri mengikuti isbat nikah di Gedung Serbaguna Pandrah, Bireuen, Senin (21/8/2017). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 30 pasangan suami istri (pasutri) dari Kecamatan Pandrah dan 30 pasutri dari Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, mengikuti isbat nikah di Gedung Serbaguna, Pandrah, Senin (21/8/2017).

Sidang isbat nikah itu harus mereka ikuti agar pernikahan mereka dianggap sah oleh negara dan mendapatkan bukti buku nikah.

Kankemenag Bireuen, Drs Tgk Zulkifli Idris MPd melalui Drs Razali kepada Serambinews.com mengatakan, isbat nikah adalah pengesahan secara hukum terhadap ikrar nikah yang telah dilakukan sebelumnya.

(Baca: 50 Pasutri di Subulussalam Ikuti Isbat Nikah)

Isbat nikah diperuntukkan bagi korban konflik dan warga miskin dilaksanakan secara terpadu tanpa mengutip biaya sama sekali.

Terpadu artinya melibatkan Mahkamah Syariah, Dinas Syariat Islam, Kankemenag Bireuen, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kecamatan dan KUA. Bagi warga yang sudah lama menikah dan belum ada buku nikah karena berbagai sebab, dapat mendaftar di KUA.

(Baca: Pernikahan Mewah Pengusaha Senilai Rp 1,8 Miliar Berakhir di Selembar Kertas Akta Cerai)

Dalam sidang isbat nikah, pasutri wajib membawa dua saksi. Setelah sidang berlangsung, akan dikeluarkan surat penetapan nikah diserahkan ke KUA dan diterbitkan buku nikah.

(Baca: Pernikahan Megah Adik Bungsu Ayu Azhari dan Miliarder Cantik)

Amatan Serambinews.com. puluhan warga hadir ke Gedung Serbaguna Pandrah mengikuti isbat nikah, menjadi saksi pasangan suami istri dan juga menyaksikan prosesi isbat nikah itu sendiri.

Kegiatan dibuka Bupati Bireuen  H Saifannur yang diwakili staf ahli Bidang Keistimewaan Aceh, H Sofyan Syah.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved