Pasangan Transgender Ini Baru Jalani Operasi Ganti Kelamin, Pria Berubah Jadi Wanita dan Sebaliknya

Setelah menemukan jodoh di klinik ganti kelamin di Mumbai, pasangan trans-seksual ini ingin membantu orang lain

Pasangan Transgender Ini Baru Jalani Operasi Ganti Kelamin, Pria Berubah Jadi Wanita dan Sebaliknya
Hindustan Times
Aarav Appukuttan (46), semula adalah perempuan dan kini telah menjadi laki-laki, dan pasangannya, Sukanyeah Krishna (21), yang terlahir sebagai laki-laki, kini telah menjadi seorang perempuan berkat operasi ganti kelamin di sebuah klinik di Mumbai, India. 

SERAMBINEWS.COM, MUMBAI – Sepasang kekasih transgender, yang baru saja menjalani operasi ganti kelamin di sebuah klinik di Mumbai, India, memulai kehidupannya dengan membantu orang lain.

Subyek yang dibantu adalah orang-orang yang bernasif sama, yakni mereka yang mengalami gangguan atau kelainan gender, seperti dilaporkan harian Hindustan Times, Rabu (23/8/2017).

Setelah menemukan jodoh di klinik ganti kelamin di Mumbai, pasangan trans-seksual ini ingin membantu orang lain yang menderita gangguan identitas gender atau gender identity disorder (GID), atau disforia gender.

Disforia gender adalah suatu kondisi yang diderita orang-orang yang dikenal dengan sebutan transgender, di mana seseorang mengalami ketidaknyamanan atau rasa tertekan karena ada ketidakcocokan antara jenis kelamin biologis dengan identitas gender  mereka.

Pasangan tersebut adalah Aarav Appukuttan (46), seorang yang terlahir wanita yang kini menjadi pria dan Sukanyeah Krishna (21), yang terlahir sebagai seorang pria dan kini menjadi seorang wanita.

Mereka bertemu di rumah sakit Mumbai di mana mereka menjalani operasi atau bedah ganti jenis kelamin mereka.  

Appukuttan telah menjadi seorang laki-laki dan Krishna menjadi seorang wanita. Keduanya pun jatuh cinta dan memiliki cita-cita yang sama, yakni membantu orang lain yang memiliki masalah gender.

Pasangan ini sekarang berencana untuk membentuk sebuah organisasi, di mana mereka berencana akan mendampingi anak-anak muda dengan GID dan orangtua mereka tentang masalah ini.

Mereka yang menderita GID merasa "terperangkap" dalam jenis kelamin mereka dan memiliki perasaan identifikasi yang kuat dengan lawan jenis, yang menyebabkan trauma emosional dan mental.

Penderita, yang bisa menjalani operasi ulang gender, juga membutuhkan bantuan atau pendampingan secara psikologis dan psikiatri.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved