Miris, Setiap Hari Warga Pedalaman Ini Harus Arungi Sungai, Padahal Kampung Kelahiran Bupati Lho!

Tidak ada jembatan penyeberangan menjadi masalah utama yang dihadapi penduduk di pinggiran Sungai Cubo ini.

Miris, Setiap Hari Warga Pedalaman Ini Harus Arungi Sungai, Padahal Kampung Kelahiran Bupati Lho!
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Warga Sarah Panyang sedang mengarungi Sungai sebagai satu-satunya alternatif jalur transportasi. 

Seperti penuturan M Hasan Juned, seorang warga Dusun Lhok Duek. Ia mengatakan, warga sangat mendambakan pemerintah membangun sebuah jembatan penghubung.

Harapan sama juga dilontarkan Misdar, Anggota DPRK Pijay yang juga warga Sarah Panyang. Pihaknya mengaku sudah pernah mengusulkan tapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda ditanggapi. 

Ironisnya, lanjut Misdar, Sarah Panyang merupakan tempat kelahiran Bupati Pijay, H Aiyub Abbas. Tapi hingga menjelang berakhirnya masa tugas, jembatan dimaksud belum juga dibangun.

Sementara Kadis PU Pijay, Bahkrom Bhakti ST yang dikonfirmasi membenarkan, warga Sarah Panyang mengeluhkan soal ketiadaan jembatan.

Bentangan sungai hampir mencapai 300 meter, kata Bahrum membuat pemkab tampaknya tak berdaya membangun dengan dana APBK.

Baca: Jembatan Penghubung Satu-satunya ke Daerah Penghasil Sawit Terbesar di Singkil Rusak

Karenanya, ia sudah berusaha agar jembatan yang dinilai butuh dana setidaknya Rp 15 milyar perlu ditangani dengan APBA.

“Saya sudah berusaha ke Dinas Bina Marga Aceh, agar jembatan yang menghubungkan Sarah Panyang dengan Dusun Lhok Duek desa sama  diprogramkan pembangunanya. Hanya saja kapan terwujud, Kadis PU mengaku itu yang belum tahu sama sekali,” imbuh Bahrom. (*)    

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved