Breaking News:

Koalisi NGO HAM Aceh: Kegunaan Senpi Saat Ini Sering Dipakai Kepentingan Bisnis Sabu

Acap kali setiap penangkapan bandar atau pengedar sabu, juga ditemukan senpi dengan berbagai jenis.

ZULFIKAR MUHAMMAD Koordinator Koalisi NGO HAM 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad kepada Serambinews.com, Sabtu (9/9/2017) menyatakan bahwa jika saat konflik pemasukan senjata api (senpi) ke Aceh dari luar untuk kebutuhan perang kini berubah fungsinya untuk kepentingan bisnis sabu-sabu

"Kita memantau, sekarang memang ada fenomena bahwa senjata api bukan digunakan lagi untuk maksud disintegrasi bangsa tapi sebagai bagian dari upaya membekingi bahkan menjadi pelaku dari pengedar narkoba," katanya melalui telepon.

Menurutnya, maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang terjadi selama ini juga diiringi dengan banyaknya penggunaan senpi secara ilegal.

Baca: Letusan Senjata Api Warnai Penangkapan Bandar Sabu di Nagan

Acap kali setiap penangkapan bandar atau pengedar sabu, juga ditemukan senpi dengan berbagai jenis. 

Pernyataan itu disampaikan berkenan dengan penangkapan seorang pria berinisial Jai (35), warga Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, oleh Satuan Narkoba dan Reskrim Polres Aceh Utara, Kamis (7/9/2017) karena diduga memiliki narkoba. 

Dalam pengembangan pemeriksaan ternyata pria ini mengaku memiliki dua senpi jenis pistol. Senpi yang dimiliki secara ilegal oleh Jai adalah jenis FN colt MK series VI kaliber 9 milimeter Arcansan Siracuse buatan Amerika Serikat dan revolver dengan nomor registrasi 796117?.

Zulfikar berpendapat, senpi yang marak diberedar dikalangan bandar narkoba barasal dari daerah konflik yang ada di Asia Tenggara.

Baca: Polda Aceh Serahkan Tersangka Pembunuh Bersenpi AK-56 ke Jaksa Aceh Barat

"Di Asia Tenggara banyak daerah berkonflik yang kemudian senjata dengan leluasa diperoleh oleh siapapun. Tinggal berkunjung ke luar negeri, lepas rakitannya, tinggal bawa pulang," ungkapnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved