Breaking News:

Dukung Gugatan Uang Seribu, Dua Rektor Utus Saksi Ahli ke PN Jakarta Pusat

Saksi ahli dari Unsyiah adalah, Dr Husaini Ibrahim MA. Sementara dari UIN Ar-Raniry adalah Hermansyah M.Th, MHum.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Cut Meutia 

Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua rektor universitas ternama di Aceh, menyatakan dukungan atas gugatan warga Aceh, Asrizal H Asnawi terhadap Bank Indonesia (BI) yang menerbitkan gambar pahlawan wanita asal Aceh, Cut Meutia tanpa penutup kepala di uang pecahan Rp 1.000.

Gugatan ini kemudian dikenal dengan nama ‘gugatan uang seribu’.

Kedua rektor yang memberikan dukungan tersebut adalah Prof Dr Samsul Rizal MEng (Rektor Universitas Syiah Kuala) dan Prof Dr Farid Wajdi MA (Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).

Dukungan kedua rektor ini disampaikan oleh penggugat uang seribu, Asrizal H Asnawi kepada Serambinews.com, di Banda Aceh, Jumat (15/9/2017).

“Saya sudah berjumpa dengan Prof Farid Wajdi dan Prof Samsul Rizal. Kedua beliau menyambut baik dan sangat mendukung gugatan yang kami ajukan ke Pengadilan Jakarta Pusat,” kata Asrizal.

(Baca: Penggugat Uang Seribu Ajukan Sederet Bukti dan Foto Cut Meutia ke PN Jakarta Pusat)

Selain dukungan lisan, kedua rektor universitas terbesar di Aceh ini juga setuju mengirimkan akademisinya sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan yang akan digelar Pengadilan Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Asrizal menyebut, saksi ahli dari Unsyiah adalah, Dr Husaini Ibrahim MA. Sementara dari UIN Ar-Raniry adalah Hermansyah MTh, MHum.

Dr Husaini Ibrahim saat ini menjabat sebagai Kepala Laboratorium Sejarah FKIP Unsyiah, Dosen Sejarah FKIP Unsyiah, dan Anggota Pemangku Adat pada Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved