Cerpen

Hari-Hari yang Mencemaskan Yan

KABAR tentang maraknya penculikan anak akhir-akhir ini turut membuat kepala Yan puyeng

Hari-Hari yang Mencemaskan Yan

“Laki-laki, namanya Dika.”

“Laki-laki?” Bram heran dan menatap Yan aneh.

Dan Yan merasakan itu,”Kenapa kamu melihatku seperti itu. Ada yang salah?”

“Semestinya yang mengantar Sri anak perempuan Bang,”jawab Bram singkat.

Kemudian Bram melanjutkan kalimatnya lagi, “Zaman sekarang memang susah punya anak perempuan,Bang.Kadang tetangga, atau saudara sendiri yang mencelakainya.”

“Maksudmu?” Tanya Yan sambil menatap Bram.

Bram tak menjawab langsung. Ia takut menuduh hal yang tidak baik terhadap kemenakan Yan. Namun kebisuan Bram membuat kepala Yan mulai berpikir yang tidak baik. Memang Yan sering membaca dikoran tentang paman yang memperkosa keponakannya,tetangga yang membunuh tetangga, tetapi Dika adalah anak kakaknya. Tak mungkin Dika berbuat tidak baik pada Sri. Yan yakin kakaknya sudah memberi nasihat pada Dika.Tapi, ucapan Bram membuat Yan tidak tenang. Pikirannya mulai was-was.Apakah Dika bisa berbuat sejahat yang ada di benak Bram? Ah, Yan sering kali menepis-nepis pikiran buruknya itu.

Hari itu Yan pulang agak malam sampai di rumah. Ketika Yan membuka pintu kamar, Yan melihat istrinya tidur sambil memelukanak kecilnya. Di samping istrinya, Sri tertidur dengan senyummengambang. Yan meninggalkan kamar itu dengan perasaan bahagia.

Yan malam itu juga membuka pintu kamar Dika. Yan melihat Dika tertidur di lantai kamar. Yan memasuki kamar itu hendak membangunkannya, tapi Yan urung melakukan niatnya. Yan melihat selembar kertas yang terhimpit dilengan keponakannya itu. Gambar itu membuat Yan terpana, dan terasa ada yang ganjil. Selembar kertas itu bergambarkan dua orang yang berpelukan dengan jenis kelamin laki-laki. Yan terpana dan wajah Bram memancar di matanya. Malam itu Yan benar-benar tak bisa tidur.

Banda Aceh, 2017

* Farizal Sikumbang lahir di Padang. Buku Kumpulan cerpennya Kupu-Kupu Orang Mati (2017) . Pengajar di SMA 2 Lamteuba Aceh Besar.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved