Breaking News:

DPRA Anggarkan Rp 800 Juta Dana Verifikasi 30 Ribu Unit Rumah Duafa, Untuk Apa Saja?

Disebutkan, target Pemerintah Aceh di bawah Irwandi-Nova pembangunan rumah sebanyak itu akan direaliasikan dalam jangka lima tahun.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
Muhidin bersama istri dan cucunya duduk di depan pintu rumah yang menjadi istananya selama ini di Desa Ladang Baro, Kecamatan Panga, Aceh Jaya Jumat (8/9). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - DPR Aceh meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh supaya bisa menghasilkan data yang benar-benar akurat dalam pendataan terhadap 30 ribu rumah unit duafa, di 23 kabupaten di Aceh yang akan dilakukan akhir 2017.

Karena dana yang disediakan untuk pendataan verifikasi dan evaluasi rumah duafa cukup besar.

Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mengatakan, dana Rp 800 juta itu sudah dianggarkan untuk biaya mulai dari pendataan, verifikasi, dan evaluasi terhadap seluruh rumah di Aceh.

“Kita berharap kepada tim Bappeda Aceh supaya segera melakukan pendataan, karena mulai 2018 data tersebut sudah dapat digunakan untuk memulai membangun rumah,” kata Muharuddin kepada Serambinews.com Jumat (29/9/2017).

(Baca: Tahukan Anda Sosok di Balik Penghentian Tayangan Film G30S/PKI?)

Disebutkan, target Pemerintah Aceh di bawah Irwandi-Nova pembangunan rumah sebanyak itu akan direaliasikan dalam jangka lima tahun.

Artinya tiap tahun Pemerintah Aceh harus mampu membangun rumah minimal 6.000 unit.

“Rumah duafa itu banyak kita temukan di daerah yang konfliknya lebih parah, misalnya di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie dan juga sejumlah kabupaten di pantai barat selatan,” pungkas Tgk Muhar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved