Pimpinan Pesantren Dijerat Dua Kasus

Aparat Polres Aceh Utara sudah menetapkan Teungku T MR (50), pimpinan pesantren di Kecamatan Tanah

Pimpinan Pesantren Dijerat Dua Kasus

* Asusila dan Narkoba
* Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

LHOKSUKON - Aparat Polres Aceh Utara sudah menetapkan Teungku T MR (50), pimpinan pesantren di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara sebagai tersangka dalam dua kasus. Kasus pertama adalah persetubuhan terhadap santrinya yang prosesnya ditangani satuan reskrim. Sedangkan, kasus penemuan dua paket ganja di rumah tersangka diproses satuan narkoba.

Untuk diketahui, Teungku T MR yang sempat menjadi buronan polisi dalam kasus persetubuhan dengan santrinya itu, akhirnya menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib pada Rabu (27/9) sore. Ia mengakui perbuatan asusila tersebut dan menyebutkan ingin bertobat.

Selain terjerat kasus persetubuhan, oknum pimpinan pesantren tersebut juga tersandung kasus narkoba. Pasalnya, saat polisi menggeledah rumah tersangka yang berada dalam kompleks pesantren yang dia pimpin, pihak berwajib menemukan dua paket ganja dalam kamar tersangka. Teungku T MR juga telah mengakui kalau paket ganja itu miliknya.

“Kita sudah mengetes urine terhadap tersangka (Teungku T MR) dan hasilnya positif. Selain itu, kita juga sudah mengamankan dua paket ganja yang ditemukan petugas di rumahnya. Tersangka juga sudah mengakui perbuatannya itu,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada Serambi, Jumat (29/9).

Disebutkan, untuk proses lanjutan kasus narkoba, penyidik akan mengirim dua paket ganja tersebut ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Medan, Sumatera Utara (Sumut), serta akan memeriksa polisi yang menemukan ganja di rumah tersangka itu sebagai saksi untuk merampungkan berkas tersebut.

“Selanjutnya, penyidik akan berkoordinasi dengan jaksa dalam proses pemberkasan kasus kepemilikan ganja itu,” jelasnya. Menurut AKP Ildani Ilyas, tersangka dijerat dengan Pasal 111 juncto Pasal 114 Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus persetubuhan terhadap santri, sebelum tersangka Teungku T MR, pimpinan pesantren di Kecamatan Tanah Luas itu menyerahkan diri kepada polisi. “Dalam kasus persetubuhan, tersangka akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan anak, karena korbannya itu masih di bawah umur. Ancamannya 15 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved