Pemuda Ini Tewas dengan Luka Tembak di Leher, Diduga Ditembak Polisi
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo membenarkan pelaku penembakan adalah anggotanya.
SERAMBINEWS.COM - Agus Maulana (23), warga Babakan Cisereuh RT 04 RW 04 Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, tewas dengan luka tembak di bagian leher, Minggu (1/10/2017) dini hari di pintu masuk Tol Moch Toha. Korban diduga ditembak anggota polisi.
Suhendar (32), kakak korban, mengungkapkan, kejadian bermula saat dia dan adiknya beserta rekannya sedang nongkrong di sebuah warung di kawasan Jalan Moch Toha yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya.
Suhendar mengatakan, sekitar pukul 24.00 WIB, adiknya pamit untuk menyusul rekannya yang lebih dulu pergi mengendarai sepeda motor. Namun tidak berselang lama, ia mendapat kabar bahwa adiknya ditembak seseorang.
"Kami lagi nongkrong, dia (Agus) izin pergi. Sekitar 15 menit temannya yang pergi sama dia bilang ke saya, dia ditembak. Kayaknya dia tahu kejadian penembakannya. Dia bilang ribut sama polisi," ujar Suhendar, saat ditemui di RS Bhayangkara Sartika Asih, Minggu siang.
Suhendar mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa adiknya bisa ditembak. Sebab, sepengetahuan Suhendar, Agus tidak punya masalah dan tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal.
"Dia itu kerjanya ojek online. Saya bingung, ini salah sasaran atau bagaimana karena sepengetahuan saya dia tidak pernah punya masalah," ungkapnya.
Suhendar menambahkan, selain luka tembak, wajah Agus juga lebam saat dia melihatnya di RS Bhayangkara Sartika Asih.
"Ada luka tembak di leher sebelah kanan pas saya lihat di rumah sakit. Wajahnya juga lebam," ungkap Suhendar.
Pihak keluarga menangis saat mendengar Agus dipastikan meninggal. Sekitar pukul 12.00, jenazah Agus dibawa dari RS Bhayangkara Sartika Asih ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
Ayah korban, Toto (52), terlihat lemas saat melihat jenazah anak bungsunya dinaikkan ke dalam keranda.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Yoris Maulana sempat menyambangi rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo membenarkan pelaku penembakan adalah anggotanya.
Hendro mengatakan, hingga saat ini ia belum bisa menyimpulkan kejadian yang sebenarnya. Sebab, kata Hendro, ada sejumlah versi terkait kronologi kejadian tersebut.
"Memang tadi malam ada kejadian di TKP (pintu) Tol Mochamad Toha. Pada saat anggota kita empat orang dari Polsek Bojongloa Kidul akan melakukan penangkapan. Sesuai laporan polisi yang diterima dari masyarakat, terjadi tindak pidana pengeroyokan," ujar Hendro saat ditemui seusai melayat ke rumah duka di Kawasan Jalan Moch Toha, Minggu siang.
Hendro mengatakan, pada saat anggotanya melakukan penangkapan, terjadi kesalahpahaman hingga terjadi keributan.
"Pada saat akan melakukan penangkapan terjadi keributan, terjadi kesalahpahaman sehingga anggota ada yang dikeroyok mengalami luka-luka. Tiba-tiba terdengar bunyi letusan senjata api dari salah satu anggota kita," sebutnya.
Hendro mengaku sudah membentuk tim untuk menangani perkara tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Kita masih dalami bagaimana kejadian tersebut. Karena memang ada beberapa keterangan dari saksi yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan koordinasi dan komunikasi dengan saksi, dari warga yang melihat langsung, kemudian dari Reserse dipimpin oleh Kasat serse, dari Paminal Propam pengawasan ke dalam baik dari Polda maupun dari Polres," ucap dia.
"Dari hasil penyelidikan tim nanti akan diketahui apa yang sebetulnya terjadi. Tapi fakta betul ada korban masyarakat Agus Maulana yang meninggal dunia. Saat ini sedang dilakukan otopsi dan akan segera dimakamkan," tambah dia.(Dendi Ramdhani)
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Kapolrestabes Bandung Benarkan Tembakan yang Tewaskan Agus dari Anggotanya