Teriakan Merdeka Membahana saat Referendum Catalonia, Bagaimana Nasib Barcelona?

Meski dianggap ilegal oleh pemerintah Spanyol, namun referendum tetap jalan dengan 2.300 kotak suara.

Teriakan Merdeka Membahana saat Referendum Catalonia, Bagaimana Nasib Barcelona?
Getty Images
Wilayah otonomi timur laut Spanyol merayakan Hari Nasionalnya pada tanggal 11 September 

SERAMBINEWS.COM - Referendum Catalonia yang direspons dengan kekerasan oleh pemerintah Spanyol, semakin membuat tensi meninggi.

Sejak lama, wilayah Catalonia memang merasa bukan bagian dari Spanyol.

Suara-suara untuk merdeka sering muncul, bahkan kampanye merdeka juga kerap mewarnai laga Barcelona.

Klub sepak bola Barcelona pun seolah menjadi simbol aspirasi Catalonia.

Apalagi, motto klub mengesankan hal itu, yakni "Més que un club" yang artinya Barcelona bukan sekadar klub.

Dan, 1 Oktober 2017, Catalonia menggelar referendum.

Meski dianggap ilegal oleh pemerintah Spanyol, namun referendum tetap jalan dengan 2.300 kotak suara.

Namun, pemerintah Spanyol mengirim polisi dalam jumlah besar ke Catalonia untuk mencegah referendum.

Sebanyak 319 kotak suara ditutup hingga menimbulkan protes besar.

Polisi lalu merespons dengan pentungan dan peluru karet, hingga ratusan orang terluka.

Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved