Toilet Umum Dijadikan Toko

Dua unit toilet umum (satu pria dan satu untuk wanita) yang dibangun sebagai fasilitas publik di Terminal Labi-labi

Toilet Umum Dijadikan Toko
FOTO SERAMBI/NUR NIHAYATI
Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima memperhatikan toilet berubah jadi toko di terminal labi-labi Kota Sigli, Selasa (3/10). 

* Di Terminal Labi-labi Sigli

SIGLI - Dua unit toilet umum (satu pria dan satu untuk wanita) yang dibangun sebagai fasilitas publik di Terminal Labi-labi Pasar Kota Sigli, Pidie, kini telah berubah fungsi menjadi toko dan disewakan pihak Dinas Perhubungan Pidie. Tindakan ini, jelas merampas hak publik, sehingga menuai keluhan dari pengunjung pasar.

Karena seharusnya fasilitas umum itu wajib ada dan satu paket dengan pembangunan terminal, yang menjadi tempat transit warga dari suatu daerah. “Toilet ini sudah beberapa tahun tidak berfungsi lagi. Banyak warga dari kecamatan di luar Kota Sigli yang mengeluh karena tidak ada tempat buang air di terminal ini,” kata Joni, warga setempat yang mengaku pernah menjadi penjaga toilet umum tersebut, Selasa (3/12).

Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima pun mendesak Pemkab Pidie segera membangun toilet lain, jika tidak mau merehab toilet yang ada. “Jika toiletnya rusak, seharusnya diperbaiki. Bukan malah diubahfungsi menjadikan toko. Kalau sudah telanjur disewakan, segera bangun toilet pengganti. Karena ini melanggar hak-hak warga,” tukasnya.

Dari dua unit toilet yang diubahfungsi itu, satu toko bekas toilet itu kini ditempati pedagang kaset dan satu lagi disewa oleh penjahit pakaian.

Kepala Dinas Perhubungan Pidie, H Hasan Yahya yang ditanyai Serambi, beralasan bahwa pengalihfungsian toilet itu karena sudah lima tahun toilet itu tersumbat. “Selama ini toilet umum itu tak lagi berfungsi karena sudah lima tahun tersumbat. Karena itu, kemudian direhab menjadi tempat berjualan,” katanya.

Menurutnya, tindakan pengalihfungsian dari toilet menjadi toko ini lebih hemat anggaran daripada memerbaikinya. “Jika diperbaiki akan membutuhkan dana lagi. Maka itu kami bersihkan dan menutup bekas closed-nya, lalu disewakan ke pedagang,” ungkapnya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved