Breaking News:

Suplai Gas Rumah Tangga Masih Macet

Suplai gas lebih dari 300 rumah tangga di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe

Editor: bakri
Kondisi meteran gas rumah tangga di sebuah rumah warga Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe yang mulai berkarat.SERAMBI/SAIFUL BAHRI 

* Sudah Berlangsung Tiga Pekan

LHOKSEUMAWE - Suplai gas lebih dari 300 rumah tangga di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe masih macet hingga saat ini. Meski sudah berlangsung tiga pekan, belum ada upaya perbaikan dari pihak terkait terhadap pipa gas yang rusak di desa tersebut.

Untuk diketahui, sekitar tiga pekan lalu, suplai gas ke 300-an rumah warga di sana terhenti. Penyebabnya, pipa distribusi gas rusak akibat adanya penggalian menggunakan alat berat di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat masyarakat di sana kesulitan untuk memasak.

Berdasarkan informasi lanjutan yang dihimpun Serambi, kemarin, sampai saat ini suplai gas ke desa tersebut masih terhenti. Menurut pengakuan warga, walau sudah berlangsung tiga pekan, namun mereka belum melihat ada upaya dari pihak terkait untuk memperbaiki pipa yang rusak. “Tidak ada tanda-tanda saya lihat. Di lokasi tidak ada petugas yang memperbaiki pipa dalam beberapa hari terakhir,” sebut seorang warga di sana.

Wakil Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe, M Hasbi SSos MSM menyatakan, sangat kecewa dengan tidak maksimalnya pelayanan gas rumah tangga terhadap masyarakat. “Seharusnya, pihak yang bertanggung jawab harus peka. Saat ada kerusakan, langsung diperbaiki. Jangan dibiarkan rusak berminggu-minggu,” tukasnya.

Karena, ucap M Hasbi, semakin lama suplai gas terhenti, akan semakin lama masyarakat susah untuk memasak. Apalagi kompor gas di rumah masyarakat sekarang ini tidak bisa lagi menggunakan elpiji, disebabkan saat penyambungan ke gas alam, sudah dikonversi. “Laporan yang masuk, ada masyarakat sekarang yang harus memasak memakai kayu. Ini tentunya sangat menyedihkan. Jadi kami minta untuk segera diperbaiki, dan ke depan saat ada kerusakan, cepat ditangani, jangan dibiarkan begitu saja,” pungkas M Hasbi.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL), Adnan Yusuf selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap kejadian ini mengakui kalau suplai gas masih macet. Tapi, menurutnya, teknisi yang dikirim oleh pihak PT Perta Gas Niaga sudah tiba di Lhokseumawe.

“Teknisi juga sudah membawa peralatan-peralatan kecil yang dibutuhkan. Tinggal menunggu sampai pipa saja yang saat ini dalam perjalanan ke Lhokseumawe, targetnya dua hari sampai,” jelasnya saat dikonfirmasi Serambi, kemarin. “Saat seluruh material sampai, mungkin kita butuh hitungan jam saja untuk memperbaikinya. Saat perbaikan selesai, maka suplai gas akan normal kembali,” demikian Adnan. (bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved