Mantan Anggota Tim Perunding GAM Dapat Penghargaan ‘Peacemaker Award 2017’ di Belanda

Upaya mempromosikan dialog dan gencatan senjata menjadi ujung tombak dari upaya-upaya yang dilakukan Shadia selama ini.

Mantan Anggota Tim Perunding GAM Dapat Penghargaan ‘Peacemaker Award 2017’ di Belanda
mediatorsbeyondborders.org

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Shadia Marhaban mantan anggota support group perundingan Helsinki 2005 mendapatkan penghargaan Peacemaker Award 2017 dari Mediators Beyond Borders International dan Stichting Mediators.

Penghargaan diserahkan dalam sebuah acara di Den Haag, Belanda, Kamis 5 Oktober 2017.

Informasi itu disampaikan Munawar Liza Zainal, kolega Shadia Marhaban, melalui pesan Whatsapp kepada Serambinews.com, Sabtu (7/10/2017).

Shadia Marhaban juga Munawar Liza pernah sama-sama menjadi anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat penandatangan naskah perjanjian damai (MoU) antara Pemerintah Indonesia dengan GAM, di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Penelusuran Serambinews.com di website mediatorsbeyondborders.org, lembaga yang memberikan penghargaan kepada Shadia Marhaban itu, yakni Mediator Beyond Borders International (MBBI) bekerja untuk menghadirkan keterampilan mediasi dan perdamaian kepada masyarakat di seluruh dunia.

Untuk tujuan ini, MBBI menyelenggarakan inisiatif untuk menangani tiga tujuan penting: Pengembangan kapasitas, mempromosikan mediasi melalui advokasi, dan memberikan layanan konsultasi.

Shadia Marhaban
Shadia Marhaban (IST)

Utamakan Dialog

Adapun penghargaan untuk Shadia Marhaban diberikan atas kerja kerja dan upaya perdamaian yang ia lakukan selama ini di wilayah konflik seperti Filipina, Colombia, Myanmar, Nepal dan Thailand.

Upaya mempromosikan dialog dan gencatan senjata menjadi ujung tombak dari upaya-upaya yang dilakukan Shadia selama ini.

(Baca: SAMAN GAYO Melawat ke Eropa, Awali Pertunjukan di Bulgaria, Selanjutnya Negara Ini)

Perempuan Aceh ini juga adalah penasihat dari gerakan-gerakan bersenjata di beberapa wilayah Asia Tenggara.

Dalam sambutannya di Istana Perdamaian (Peace Palace), di ibukota Negeri Belanda, Den Haag, Shadia menyatakan bahwa upaya perdamaian adalah upaya menjadi pendengar yang lebih baik, mengutamakan dialog, percaya pada kekuatan kata-kata, dan menjaga kerahasiaan (confidentiality) para pihak adalah sangat penting.

Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Den Haag Ms. Saskia Bruines dan pegiat perdamian dari 28 negara.

Dalam kesempatan itu Shadia juga sempat mengunjungi Kedubes RI di Den Haag untuk beramah tamah dengan Dubes RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja.

“Beliau menerima kunjungan Shadia sebagai kawan lama, karena Bapak Dubes RI di Belanda juga adalah anggota perunding di Helsinki 2005,” kata Munawar Liza.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved