Danrem Terima Empat Senpi Eks GAM

Komandan Resor Militer (Danrem) 012/ Teuku Umar (TU), Kolonel Inf Nefra Firdaus, Sabtu (7/10) siang

Danrem Terima Empat Senpi Eks GAM
GETTY IMAGES
Ilustrrasi senjata 

* Polisi Amankan Bom di Kuburan

MEULABOH - Komandan Resor Militer (Danrem) 012/ Teuku Umar (TU), Kolonel Inf Nefra Firdaus, Sabtu (7/10) siang menerima empat pucuk senjata api (senpi) yang sebelumnya dalam penguasaan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau merupakan sisa konflik Aceh.

Senpi laras panjang yang masih aktif itu sebelumnya diserahkan ke Kodim Aceh Barat dan Kodim Aceh Selatan oleh eks kombatan GAM. Dua dari empat pucuk senpi tersebut malah diserahkan menjelang peringatan HUT Ke-72 TNI, 5 Oktober lalu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Serambi Minggu kemarin, dari empat pucuk senpi tersebut, tiga pucuk diserahkan oleh Kodim 0105 Aceh Barat kepada Danrem 012/TU. Terdiri atas AK-56, SS1 V5, dan SS1 V1. Sepucuk lagi jenis M-16 Colt AR 14 diserahkan oleh Kodim 0107 Aceh Selatan.

Selain empat senpi, Danrem juga menerima penyerahan empat magasin dan 35 butir amunisi dengan berbagai jenis kemarin.

Berdasarkan penelusuran Serambi, ternyata senpi dari Aceh Barat itu, jenis SS1 V1, diserahkan pada 4 Oktober malam ke Kodim Aceh Barat oleh seorang mantan kombatan. Sedangkan ke Kodim Aceh Selatan senpinya diserahkan pada 1 Oktober. Keduanya menjelang HUT TNI.

Adapun dua pucuk jenis AK-56 dan SS1 V5, merupakan senpi yang diserahkan ke Kodim Aceh Barat oleh mantan kombatan GAM, Tgk Daood dan Tgk Seulimum sekitar tiga pekan silam.

Danrem Kolonel Inf Nefra Firdaus ditanyai Serambi, Minggu kemarin, di sela-sela kesibukannya menghadiri fun bike dan fun walk dalam rangka memeriahkan HUT TNI di Lapangan Teuku Umar, membenarkan adanya penyerahan empat pucuk senpi kepada pihaknya dari Kodim Aceh Barat dan Kodim Aceh Selatan. “Empat pucuk itu gabungan dari dua Kodim,” jelas Danrem.

Nefra ketika penyerahan senpi di Korem 012 di Alue Peunyareng, Aceh Barat, menyampaikan rasa bangganya terhadap para prajurit atas upaya pendekatan sehingga mantan GAM yang masih menguasai senjata api yang merupakan sisa konflik dengan suka rela menyerahkan kepada TNI untuk diamankan. “Senjata itu diserahkan atas kesadaran sendiri tanpa unsur paksaan,” katanya.

Ia kembali mengimbau masyarakat yang masih menguasai senjata api sisa konflik Aceh agar segera diserahkan kepada aparat keamanan (TNI atau Polri), sehingga senjata api tidak disalahgunakan oleh para kriminal. “Kepemilikan senjata api secara ilegal dapat diancam hukuman penjara 20 tahun,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved