Breaking News:

Bupati Aceh Barat Janjikan Modal Usaha Rp 15 Juta  

Bupati Aceh Barat Ramli MS menjanjikan ratusan pemuda di wilayah itu akan mendapatkan dana modal usaha

Editor: bakri
Bupati Aceh Barat Ramli MS menyalami sejumlah aparatur sipil negara (ASN) usai menggelar apel perdana di halaman belakang kantor bupati setempat di Meulaboh, Rabu (11/10) pagi ketika masuk kerja di hari pertama setelah dilantik. 

* Untuk 10 Pemuda Tiap Gampong

 MEULABOH ‑ Bupati Aceh Barat Ramli MS menjanjikan ratusan pemuda di wilayah itu akan mendapatkan dana modal usaha sebesar Rp 15 juta/orang. Dana itu akan diberikan kepada 10 pemuda di setiap desa.

"Insya Allah, jika tidak ada kendala, tahun 2018 program pemberian dana modal usaha ini akan kita realisasikan," kata Bupati Ramli MS kepada Serambi, Rabu (11/10) kemarin.

Menurutnya, pemberian modal usaha yang ditujukan bagi kalangan pemuda tersebut untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membuka usaha baru sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lainnya.

Ia menjelaskan, uang sebesar Rp 15 juta itu nantinya akan diberikan sebagai modal bagi para pemuda untuk membuka usaha baru yang sifatnya berkelanjutan, sehingga hal ini harapkan menjadi ujung tombak dalam peningkatan perekonomian rakyat.

"Tahap awal satu 10 orang dulu yang mendapat modal tersebut, setelah itu di tahun selanjutnya akan diberikan kepada yang lain," ujarnya.

Menurut Ramli, dana yang akan diberikan tersebut nantinya wajib dikembalikan oleh si penerima bantuan di tahap pertama, dan pada tahun berikutnya dana yang sudah dikelola sebagai modal usaha itu harus diberikan kepada pemuda lainnya, untuk membuat usaha baru.

Namun, apabila nantinya ada pihak yang sengaja tak mau mengembalikan uang bantuan modal usaha tersebut, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. (edi)

Sebelumnya, usai pelantikan dirinya sebagai Bupati Aceh Barat, Ramli kembali menegaskan bahwa pendapa (rumah dinas bupati) akan kembali dibuka secara umum bagi seluruh masyarakat selama 24 jam/hari tanpa ditutup.

Ia beralasan, dibukanya pendapa selama 24 jam tersebut supaya nantinya ia lebih dekat dengan rakyatnya, guna mendengarkan keluh kesah masyarakat dengan harapan bisa mendapatkan solusi terbaik, terhadap persoalan yang timbul ditengah‑tengah masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat juga dengan bebas masuk ke pendapa guna menemui dirinya, karena ia mengaku terpilih sebagai bupati karena jasa rakyat yang telah memilih dirinya pada Pilkada lalu. (edi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved