Lawe Loning Aman Bermasalah

Persoalan Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala yang telah sampai ke pihak Inspektorat Aceh

Lawe Loning Aman Bermasalah
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Warga Datangi Kejari Aceh Timur Soal Dana desa 

* Camat Minta Diselesaikan Secara Musyawarah

KUTACANE - Persoalan Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala yang telah sampai ke pihak Inspektorat Aceh Tenggara (Agara) belum juga selesai. Bahkan, Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi sempat meminta pihak Inspektorat untuk diselesaikan secara musayawarah agar tidak ditindaklanjuti.

Namun, Auditor Inspektorat Aceh Tenggara, Edi Siregar, kepada Serambi, Jumat (13/10) mengatakan pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman 2016 dan pekerjaan SPAL 2017 diduga diintervensi oleh Camat Lawe Sigala-gala. Edi menjelaskan hasil pemeriksaan belum selesai, termasuk Laporan Hasil pemeriksaan (LHP) belum juga dikeluarkan.

Edi mengungkapkan Camat Lawe Sigala-gala telah berulangkali memanggilnya dan meminta pemeriksaan dana desa Lawe Loning Aman 2016 dihentikan. Dia beralasan dapat didamaikan melalui musyawarah perangkat Badan Permusyawaratan Kute (BPK) dengan Penghulu Kute.

“Pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman belum disimpulkan, apa ada temuan atau tidak, tetapi camat sudah terlalu jauh mencampuri tugas kami sebagai auditor Inspektorat,” tegas Edi. Dia menyatakan akan segera mengeluarkan LHP, sehingga dapat diketahui, ada temuan penyimpangan atau tidak dalam pemanfaatan desa tersebut.

Sedangkan Wakil Bupati Agara, Bukhari mengaku telah mendatangi Kantor Inspektorat dan bertemu langsung dengan Kepala Inspektur, Sanudin dan staf. Dalam pertemuan itu, katanya, pihaknya meminta kepada seluruh auditor dan Irban bekerja profesional serta tidak ada melakukan intervensi atas pemeriksaan dana desa.

Dia menjelaskan jika dalam pemeriksaan dana desa oleh auditor Inspektorat ada temuan, maka harus benar-benar nyata dan apa adanya disampaikan kepada Inspektur maupun Bupati Agara. “Auditor Inspektorat jangan coba-coba bermain-main dengan dana desa,” kata Bukhari.

Sementara itu, Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara, Dr Nasrulzaman, mengatakan sudah menjadi tugas auditor Inspektorat mengaudit dana desa seperti Lawe Loning Aman. Dia menyatakan jika ada temuan nantinya, maka BPK Lawe Loning Aman dapat duduk bersama Penghulu Kute, membahas persoalan itu dapat dimusyawarahkan atau tidak.

“Jadi, saat ini kita minta auditor bekerja secara profesional dan tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun,” katanya. Dia menyatakan sejak dana desa dikucurkan pada 2015, belum ada temuan auditor terhadap penyelewengan, padahal banyak masalah, karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Kepala Inspektur Agara, Sanudin SE, Rabu (13/9/2017) mengatakan telah mengirim LHP lima desa yang diduga melakukan penyimpangan anggaran. Lima desa tersebut di lima kecamatan diduga melakukan penyimpangan yang menjurus ke tindak pidana korupsi.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutacane menyatakan empat desa sudah ada itikad baik untuk mengembalikan dana di bawah Rp 100 juta. Dilaporkan, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutacane telah memproses Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Agara terhadap dugaan penyimpangan dana desa 2015/2016.

Disebutkan, desa bermasalah tersebut yakni Perdamaian di Kecamatan Babul Rahmah, Kompas di Kecamatan Leuser, Lawe Kihing di Kecamatan Bambel, Salang Muara di Kecamatan Deleng Pokhisen dan Lawe Malum di Kecamatan Babul Rahmah. Sedangkan Lawe Loning Aman, Kecamatan Sigala-gala belum masuk ke Kejari Kutacane, karena masih diperiksa tim Inspektorat.

Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gensi, Jumat (13/10) membantah dirinya melakukan intervensi terhadap pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman yang dilakukan auditor Inspektorat.

Dia menegaskan tidak mengintervensi Kepala Inspektur Agara, Edi Siregar yang sedang melakukan pemeriksaan dana Desa Lawe Loning Aman 2016 dan pembangunan SPAL 2017 yang bersumber dari APBN. Imansyah menyatakan hanya meminta persoalan itu diselesaikan secara musyawarah menyeluruh dan bukan mengintervensi auditor.

“Sebenarnya, kita mau jangan ada lagi pemeriksaan lanjutan dana Desa Lawe Loning Aman, karena kalau sudah diaudit pihak auditor Inspektorat tidak tertutup kemungkinan bakal ada temuan di lapangan. Sebaliknya, dia menyatakan jika ada penyimpangan satu rupiah pun, maka itu juga bisa menjadi temuan.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved