Mahdi, Petani Buah Tin di Lamno
MAHDI (55), warga Meudhen, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya melakukan budidaya pohon tin
MAHDI (55), warga Meudhen, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya melakukan budidaya pohon tin sejak dua tahun terakhir di kawasan kaki Gunung Geurutee. Buah yang disebutkan dalam Alquran ini memiliki nilai jual yang lumayan tinggi hingga Rp 500 ribu per kilogram.
Pembibitan yang dilakukannya melalui pencangkokan dari pohon yang telah ditanamnya di daerah itu. Untuk bibit yang dijual berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta per batang dengan panjang sekitar 30 centimeter. “Untuk pembibitan kita membuatnya sendiri dengan sistem pencangkokan dari pohon tin yang sudah kita tanam sebanyak 200 batang,” kata Mahdi kepada Serambi, Selasa (10/10).
Disebutkan, pohon tin yang dibudidayakan ada berbagai jenis di antaranya Martinencarimada berasal dari Spayol, Masui Daouphine dari Jepang, Black Jack dari Kanada, Blue Giant dari Perancis dan jenis Brown Turky dari Turki.
“Kita akan terus kembangkan pembibitan pohon tin ini, sehingga siapa saja yang menginginkan pohon tersebut dapat memperolehnya. Selain itu kita juga akan menyulap lahan sebagai taman wisata buah tin, sekaligus menyajikan kuliner jus super tin di sini,” kata Mahdi.(sa’dul bahri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memperlihatkan-sistim-pencangkokan-pohon-tin_20171014_090936.jpg)