Breaking News:

Pasutri Asal Bandung Jalan Kaki Keliling Aceh

Pasangan suami istri (pasutri) asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), jalan kaki keliling Aceh dan provinsi lainnya

Editor: bakri
Muhammad Husaini dan istrinya Ageung Anggraeni 

BIREUEN – Pasangan suami istri (pasutri) asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), jalan kaki keliling Aceh dan provinsi lainnya di Sumatera. Mereka bertolak dari Bandung sejak Agustus 2017 dan tiba di Bireuen pada Jumat (13/10).

Pasutri tersebut yaitu Muhammad Husaini (27) dan istrinya Ageung Anggraeni (25), asal Cikopo Bandung, Jawa Barat. Saat ditemui Serambi di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, kemarin, pasutri ini mengaku sudah 71 hari perjalanan dari Bandung jalan kaki keliling Sumatera hingga ke Aceh.

“Kami sejak Agustus lalu berangkat dari Cikopo Bandung dengan berjalan kaki. Kalau sudah lelah, kami beristirahat di jalan, di masjid, dan di pos polisi, serta pos TNI. Saat tiba di Aceh Besar, kami juga sempat menginap semalam di pesantren kawasan Samahani,” kata Husaini.

Dia mengisahkan, sejak dari Bandung hingga keliling Pulau Sumatera, sesekali mereka juga menumpangi kendaraan yang lewat di jalan, seperti truk pengangkut sayuran, truk pupuk, mobil pikap, mini bus, dan sepeda motor pelintas.

“Kami di Aceh sudah sampai ke Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Jaya, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan ke Nol Kilometer Indonesia di Sabang. Dengan menumpangi truk pupuk dari Samahani, kami hari ini (kemarin-red) telah tiba di Bireuen,” ujar Husen--sapaan akrab Husaini.

Selanjutnya, usai Shalat Jumat di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Husen dan istrinya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke Bener Meriah dan Takengon, Aceh Tengah.

Ditanya Serambi apa misi mereka jalan kaki keliling Aceh dan Sumatera, Husen dan istri mengaku hanya ingin traveling (jalan-jalan) menghabiskan waktu bersama istrinya untuk keliling dunia sambil beribadah. “Kami sebelumnya juga telah keliling ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Saya dan istri sangat berniat untuk bisa ke Mekkah naik Haji dengan berjalan kaki,” ucap Husen dengan nada penuh semangat.

Pantauan Serambi, kemarin, Husen dan istrinya menggunakan tas ransel besar (carir) yang berisikan berbagai bekal selama mereka dalam perjalanan. Dalam tas tersebut, kata mereka, selain pakaian juga ada perlengkapan memasak dan makanan. Kalau makan mereka masak sendiri di jalan.

“Alhamdulillah, selama di Aceh kami bertambah banyak saudara. Setiap kabupaten yang kami lintasi di Aceh, selalu ketemu orang-orang baik. Orang Aceh baik-baik, sosialnya tinggi, banyak yang sudah membantu kami dalam perjalanan, ada yang memberi kami tempat penginapan, uang alakadar, bahkan ada yang memberikan kami beras untuk bekal kami di jalan,” pungkas Husen.(c38)

Tags
Pasutri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved