Abrasi Landa Pantai Lamreh

Pantai Blang Ulam, Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, dilanda abrasi

Abrasi Landa Pantai Lamreh
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Destinasi yang juga dinamai Pantai Pasir Putih ini letaknya tersembunyi di balik Bukit Lamreh di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. 

* Air Laut Masuk ke Kebun

KOTA JANTHO - Pantai Blang Ulam, Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, dilanda abrasi. Akibatnya, puluhan hektare tambak dan kebun warga yang berada di kawasan itu terancam amblas ke laut. Hingga saat ini belum ada upaya penanganan terhadap kondisi itu.

Ketua LSM Seuramo Gampong, Khaidir kepada Serambi, Minggu (15/10) mengatakan, kondisi abrasi itu saat ini sudah mengkhawatirkan, karena jarak antara pantai dengan kebun maupun tambak warga hanya sekitar 10-20 meter. Area pantai yang sudah terkena abrasi sekitar 20 meter dengan panjang mencapai 1 km.

“Jika tak segera ditangani, abrasi akan terus meluas dan menggerus kebun dan permukiman warga. Saat ini jika air laut pasang, merembes hingga ke kebun warga,” ujar Khaidir.

Dia mengatakan, abrasi itu disebabkan berkurangnya populasi pohon sepanjang garis pantai. Banyak pohon ditebang untuk dijual sebagai kayu bakar di industri batu bata, dan dibakar para pemancing yang bermalam di tempat itu.

Khaidir mengaku sudah melaporkan permasalahan itu ke pihak terkait, termasuk anggota DPRK Aceh Besar. Tujuannya supaya penanganan abrasi itu mendapat perhatian pemerintah. Namun hingga kini belum ada tindakan nyata untuk menghentikan abrasi.

Saat ini, kata Khadir, mereka sedang berusaha menanam kembali pepohonan cemara di sepanjang garis pantai. Dengan harapan, keberadaan pohon itu dapat menghambat abrasi pantai tersebut.

Ketua LSM Seuramo Gampong, Khaidir, menambahkan karena abrasi disebabkan penebangan pohon di sepanjang garis pantai, maka ke depan harus segera dibuat qanun gampong yang dapat melindungi pantai dari abrasi. Qanun itu harus berisi larangan untuk menebang pohon di pantai.

“Qanun gampongnya harus mengatur larangan menebang hutan di tepi pantai dan melarang menghidupkan api di akar pohon, jika ada yang melanggar harus didenda,” ujar Khaidir.

Menurut Aktivis di Mapala Leuser Unsyiah itu, saat ini dia juga mengkampanyekan langsung kepada masyarakat maupun pengunjung untuk menjaga kawasan itu dari potensi abrasi yang akan semakin parah.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved