Citizen Reporter

Fez, Titik Temu Antarzaman

FEZ merupakan kota terbesar ketiga di Kerajaan Maroko saat ini. Wilayah ini dulunya sempat menjadi ibu kota

Fez, Titik Temu Antarzaman

OLEH ASYRAF MUNTAZHAR, alumnus Dayah Insan Qurani Aneuk Batee, Aceh, Mahasiswa Universitas Sidi Mohammed ben Abdellah Fez, melaporkan dari Maroko

FEZ merupakan kota terbesar ketiga di Kerajaan Maroko saat ini. Wilayah ini dulunya sempat menjadi ibu kota Maroko hingga tahun 1912 (pada masa penjajahan Prancis). Kemudian Rabat menggantikan Fez sebagai ibu kota hingga kini.

Pada abad pertengahan, Kota Fez sempat menjadi tempat perlindungan kaum muslim dan Yahudi yang terusir dari Andalusia dan Cordova. Fez kemudian terus berkembang menjadi kota pendidikan, kebudayaan, dan spiritual seperti sekarang.

Jika kita berkesempatan mengunjungi kota ini, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Mulai dari bangunan megah seperti istana hingga reruntuhan bangunan pada masa lampau yang terjaga dengan sangat baik hingga kini di kota ini. Tak hanya itu, ribuan menara masjid yang menjulang tinggi turut menjadi daya tarik kota ini.

Madinah Qadimah atau Kota Tua Fez merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler bagi para wisatawan internasional. Kota tua ini didominasi oleh perumahan warga, tempat produksi bahan sandang, pangan, dan papan, serta pasar tradisional yang juga merupakan salah satu pasar tertua yang masih beroperasi di dunia.

Uniknya, bangunan-bangunan tersebut masih menyimpan nilai sejarahnya masing-masing. Siapa pun yang sampai ke tempat ini akan merasa seolah ia berada di abad pertengahan.

Selain bangunan pasar dan perumahan yang memiliki nilai sejarah tinggi, tempat ini juga menyimpan sejarah besar bagi dunia pendidikan dunia. Tepat di tengah-tengah kota tua ini terdapat satu masjid ikonik Maroko sekaligus universitas tertua di dunia, yakni Al-Qarawiyyin.

Universitas Al-Qarawiyyin merupakan universitas tertua di dunia, menurut Guinness Book of World Records. Kampus ini dibangun pada tahun 859 M oleh seorang saudagar kaya dari sebuah tempat bernama Kairouan, yakni Fathima Al-Fihria. Dari tempat ini telah terlahir banyak ulama masyhur dunia Islam, di antaranya Muhammad al-Idrisi, Muhammad Taqiyuddin al-Hilali, dan salah satu yang paling terkenal adalah Ibn Khaldun.

Nilai historikal Al-Qarawiyyin tak terhenti sampai di situ. Tepat di samping bangunan masjid berdiri pula sebuah perpustakaan. Menurut Situs Smithsonian dan Unesco, perpustakaan ini merupakan perpustakaan tertua di dunia yang masih dibuka hingga kini. Di perpustakaan ini tersimpan banyak naskah berharga, di antaranya naskah Alquran yang ditulis pada abad ke-9. Ada pula jilid dari kitab Al-Muwaththa’, karya Imam Malik yang ditulis di atas perkamen (alat tulis dari kulit) kijang, kitab Sirat Ibn Ishaq, dan salinan asli dari buku Ibn Khaldun, Al-‘Ibar. Wallahu a’lam.

Selain Al-Qarawiyyin sebagai pusat perhatian Madinah Qadimah Fez, kota tua ini juga memiliki banyak pesona lainnya. Salah satunya, merupakan salah satu tempat penyamakan kulit hewan yang kemudian diproduksi menjadi berbagai bahan sandang, seperti jaket, tali pinggang, dompet, sandal, dan sebagainya. Semuanya dijamin terbuat dari kulit asli dengan kualitas andalan. Dengan harga yang terjangkau, kita sudah bisa tampil trendy dan bergaya, dengan barang original dari kulit tentunya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved