Senin, 8 Juni 2026

Liga 1 Indonesia

Inilah Permintaan Terakhir Kiper Persela Choirul Huda sebelum Meninggal Akibat Hypoxia

Meski tidak ada yang janggal sebelumnya, namun Samsul sempat merasakan hal berbeda dari sosok Choirul Huda dalam pertandingan lawan Semen Padang.

Tayang:
ANTARA
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda mendapatkan perawatan medis saat laga melawan Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10). Huda meninggal dunia akibat benturan keras yang ia alami. 

SERAMBINEWS.COM, LAMONGAN - Sebelum meninggal akibat benturan ketika bertanding melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017), tidak banyak orang punya firasat bakal ditinggal pergi Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda.

Namun, salah satu bek Persela yang kebetulan juga bermain melawan Semen Padang, Samsul Arifin mengatakan, Huda memang sempat meminta perlengkapan serba-baru menjelang laga kontra Semen Padang kepada ofisial.

"Kami tidak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Hanya, sebelum pertandingan, dia memang sempat meminta kaos kaki dan perlengkapan lain yang baru kepada Toni (bagian perlengkapan tim Persela)," ujar Samsul, Minggu (15/10/2017) malam.

(Baca: VIDEO - Detik-detik Terjadinya Benturan yang Membuat Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Dunia)

"Kami juga tidak menyadari, bahwa itu menjadi permintaan terakhir dia. Semoga semua amal ibadahnya, dapat diterima oleh Allah," kata Samsul Arifin.

Meski tidak ada yang janggal sebelumnya, namun Samsul sempat merasakan hal berbeda dari sosok Choirul Huda dalam pertandingan lawan Semen Padang.

"Saat pertandingan tadi, dia memang terlihat cukup tenang dan sedikit berbeda dari biasanya. Tadi juga sempat bertabrakan dengan saya sebelum dengan Ramon, tapi tidak apa-apa," tutur Samsul.

(Baca: Detik-detik Sebelum Kiper Persela Choirul Huda Meninggal di Lapangan)

Saat ini, baik para pemain, jajaran pelatih, ofisial maupun para pendukung tim Persela, tengah berkumpul di rumah duka di Jalan Basuki Rahmat No 66, Lamongan.

Mereka menunggu jelang prosesi pemakaman, guna memberikan penghormatan terakhir bagi sang penjaga gawang.

bolasportcom
instagram.com/bolasportcom

Hypoxia

Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.

"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher," kata dr Zaki, Minggu (15/10/2017).

"Saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas," ucapnya.

Sejumlah ofisial membawa jenazah penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda di RSUD Dr Soegiri Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017).
Sejumlah ofisial membawa jenazah penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda di RSUD Dr Soegiri Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017). (ANTARA)

Kepada Kompas.com dan BolaSport.com di RSUD dr Soegiri, dr Zaki Mubarok mengatakan, Choirul Huda mengalami hypoxia.

Hypoxia adalah keadaan di mana jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal.

Menurut Zaki, Huda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, Lamongan, arena laga Persela vs Semen Padang, masih bernapas.

Namun, tak lama berselang Huda dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved