Ratusan Warga Pijay Berkumpul di Irigasi Seunong, Ini Hajatannya

Dari dana yang terkumpul itulah disishkan untuk kegiatan ritual seperti kenduri tron u blang. Kenduri juga mengundang bupati dan anggota muspida.

Ratusan Warga Pijay Berkumpul di Irigasi Seunong, Ini Hajatannya
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tidak kurang dari 350 orang warga terutama mereka yang bertani termasuk anak-anak dari tiga kecamatan di Pidie Jaya (Meureudu,  Meurahdua dan Ulim), Senin (16/10/2017) mendatangi Irigasi Seunong, Kecamatan Meurahdua.

Masyarakat hadir bermaksud melakukan sebuah hajatan yang sudah menjadi rutinitas tahunan menjelang turun ke sawah.  Mereka melaksanakan sebuah upacara kenduri massal di babah lueng atau mulut irigasi.

Para petani yang mengharapkan sumber air dari irigasi tersebut menyembelih seekor ternak (lazimnya kerbau), lalu memasak dan makan siang secara bersama-sama.

(Baca: Warga Kota Juang Gelar Kenduri Blang)

Sumber dana dari mana? tanya Serambinews.com pada Camat Meurahdua, Teuku Safrisal SST. “Itu adalah hal yang gampang atau mudah. Dimana ada kemauan distu ada jalan, jawab Safrizal.

Semua anggaran untuk kegiatan dimaksud dilakukan secara patungan alias meuripe. Dikomandoi masing-masing Kejruen Syhik Kecamatan, lalu mereka memerintahkan kejruen gampong bekerjasama dengan keuchik dan tokoh tani untuk  mengumpulkan dana.

Kenduri babah lueng (sebutan petani) untuk tiga kecamatan dimaksud, kini untuk yang pertama kali atau perdana, setelah sekitar 13 tahun lalu, ritual semacam itu tak lagi dilakukan.

Hal itu dapat dimaklumi karena semasa konflik dulu, kawasan Seunong Meurahdua tergolong daerah rawan.

Apalagi, setiap panen, kata salah seorang penyuluh pertanian disana, semua petani diharuskan mengeluarkan bruek umong berupa padi. 

Halaman
12
Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved