KKP Pasang 7 Radar di Aceh

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyatakan Pemerintah Jepang dalam tahun ini

KKP Pasang 7 Radar di Aceh
Rektor UTU Prof Jasman J Ma'ruf bersama empat perguruan tinggi di Aceh meliputi Unsyiah, Unimal, Universitas Samudara dan Universitas Abuyatama melakukan MoU dengan Badan Riset dan SDM KKP pada simposium di kampus UTU, Meulaboh, Senin (16/10). 

* Antisiapasi Pencurian Ikan di Laut

MEULABOH - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyatakan Pemerintah Jepang dalam tahun ini akan membangun sistem radar untuk memantau aktivitas di laut Aceh. Radar ini tahap awal dibangun di Kota Sabang.

“Dengan alat radar yang dibangun Jepang itu maka kita dapat memantau kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut Aceh,” katanya kepada wartawan di sela menghadiri simposium nasional di Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) di Meulaboh Aceh Barat, Senin (16/10). Dikatakannya setelah di Sabang, ke depan direncanakan penambahan radar sebanyak enam unit lagi di wilayah timur Aceh dan wilayah barat selatan Aceh. Susi mengungkapkan Pemerintah Indonesia telah menenggelamkan sekitar 100 ribu kapal asing yang mencuri ikan di wilayah hukum laut Indonesia.

“Dengan kebijakan itu penghasilan nelayan dalam menangkap ikan meningkat. Selama ini ikan kita dicuri oleh kapal asing,” katanya. Pada kesempatan itu Menteri Susi juga mengungkapkan dukungannya soal rencana Pemerintah Aceh membeli enam pesawat terbang pada 2018 mendatang. “Itu ide bagus. Karena pesawat jangkauannya lebih jauh,” ujarnya.

Susi menyebutkan kalau pun nanti Aceh telah memiliki pesawat, maka harus dikelola dengan baik dan tidak menambah beban negara. Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat mendamping Menteri Susi menyatakan Pemerintah Aceh tetap akan merealisasikan pembelian pesawat yang direncanakan tahun 2018 mendatang. “Pengadaannya tetap. Tapi jumlah mungkin yang masih dibicarakan,” kata Wagub.

Ia mengatakan kapal tersebut nantinya juga akan mengawasi kegiatan kriminal dan pengelundupan narkoba di laut dan pembalakan hutan. Wagub dalam sambutan pada simposium menyatakan puluhan ribu nelayan Aceh masih mengantung hidup pada sektor perikanan dan memiliki armada sekitar 17 ribu unit.

Aceh memiliki laut 295 ribu kilometer per segi dengan panjang panjang 2.666 kilometer. Selain itu diakuinya kapal-kapal asing berukuran besar selama ini kerap mencuri ikan di laut Aceh. “Pemburuan kapal asing perlu ditingkatkan. Kami mendukung KKP menenggelamkan kapal asing pencurian ikan di Indonesia,” kata Nova.

Sementara itu lima perguruan tinggi di Aceh meliputi UTU, Unsyiah, Unimal, Universitas Samudara dan Universitas Abuyatama menandatangani MoU dengan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan pada simposim di UTU, yang disaksikan Menteri Susi Pudjiastuti dan Wagub Aceh. Pada kesempatan itu juga dipamerkan sejumlah hasil kerajinan dan karya mahasiswa UTU.

Sementara itu Lembaga Panglima Laot Aceh dan kabupaten/kota menitipkan enam poin harapan nelayan Aceh kepada Menteri pada forum simposium. Selain Menteri, forum simposium juga dihadiri Wagub Nova Iriansyah, Bupati Aceh Barat H Ramli MS, Bupati Abdya Akbal Ibrahim, Bupati Nagan Raya Jamin Idham dan Bupati Simeulue serta pejabat dari Pemerintah Aceh serta kabupaten/kota di Aceh.

“Diharapkan kedatangan Ibu Menteri Susi ke UTU dapat memajukan sektor kelautan dan perikanan di barat selatan Aceh,” kata Rektor UTU Prof Jasman J Ma’ruf.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved