Azhari Cagee: Pengamat jangan Lebay

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Azhari Cagee, meminta pengamat jangan asal dan lebay dalam

Azhari Cagee: Pengamat jangan Lebay
IST
Azhari Cagee 

“Satu lagi, hendaknya apa yang dilakukan (secara kelembagaan) dimusyawarahkan, jangan berasumsi sendiri. Kita ingin konsisten. Saya juga pernah protes ketika pasal mantan narapina boleh ikut pemilu dimasukkan dalam Qanun Pilkada. Cerdas berkomentar, jangan jadi politisi debutan kalau profesinya penulis,” pungkas Azhari Cagee.

Azhari Cagee sebagaimana diberitakan sebelumnya, menilai ada kepentingan politik pribadi dalam upaya DPRA mempertahankan pasal-pasal UUPA yang dicabut melalui UU Pemilu.

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi sejumlah kalangan, termasuk dari Jubir DPP SURA, Murdani Abdullah. “Bagi kami, pemikiran ini sangat kolot dan naif,” tukas Murdani.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) DPP SURA, Murdani Abdullah, menyampaikan terima kasihnya kepada Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Azhari Cagee, yang telah melabelinya lebay dan polikus debutan.

“Saya berterima kasih kepada Pak Cagee atas gelar dan tanggapan beliau. Intinya, apa yang ingin saya sampaikan telah dibaca oleh beliau meskipun respons yang diberikan tidak terlalu positif,” kata Murdani dalam pesan tertulisnya kepada Serambi kemarin.

Murdani mengaku, hal yang ingin dia sampaikan sebenarnya adalah, apabila ketika diberi amanah tetapi tidak mampu, maka sudah seharusnya mendukung orang lain yang dipercayakan untuk memegang amanah tersebut.

“Lon ingin lon peugah lagee nyoe. Ketika diberi amanah, tetapi kita tak mampu, maka sudah seharusnya kita mendukung orang lain yang dipercayakan memegang amanah tadi,” ucapnya.

“Bek sampe tayue jak ukeu hana mampu, tapi watee tayue jak di likot dicot gateh ngon (jangan sampai ketika kita suruh maju ke depan tidak mampu, tetapi ketika kita suruh ke belakang, justru menjegal teman sendiri),” tambah Murdani.

Perumpamaan tersebut, lanjutnya, sama dalam gugatan UUPA di MK. “Ketika kita tidak berbuat dan diam, jangan juga mencemoohkan orang lain yang sedang berbuat. Akai-akai Belanda kajeut ta tinggalkan. Aceh butuh persatuan dan hanya Aceh yang bersatu yang disegani Jakarta,” tandas Murdani Abdullah.(dan/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved