Tabrakan Maut Sempati Star
Duo Sempati Star Tabrakan, 2 Tewas
Dua bus Sempati Star tabrakan di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang
* 14 Luka Ringan, Satu Luka Berat
LHOKSEUMAWE - Dua bus Sempati Star tabrakan di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (20/10) sekitar pukul 02.30 WIB. Akibat insiden itu dua orang tewas, satu luka berat sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dan 14 lainnya luka ringan.
Korban yang meninggal keduanya kernet, yakni Saiful Bahri (24) asal Desa Masjid, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Ia kernet Sempati Star BL 7751 AA, bus yang bergerak dari arah barat (Banda Aceh) menuju Timur (Sumatera Utara). Korban tewas lainnya adalah Zaini (51), warga Sigli, Pidie, kernet Sempati Star BL 7014 AA atau bus yang bergerak dari arah berlawanan.
Korban yang luka berat adalah Samsul Bahri (37), warga asal Desa Pulo Baroh, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Kedua kaki sopir bus BL 7704 AA itu patah dan terdapat sejumlah luka di tubuhnya. Karena kondisinya kritis, dari Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe korban langsung dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk pengobatan lanjutan.
Adapun 14 korban yang dikategorikan luka ringan, delapan di antaranya berada di dalam bus Sempati Star BL 7704 AA. Enam orang lagi berada di bus Sempati Star BL 7751 AA.
Kapolres Lhokseumawe, AKP Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana menyebutkan, awalnya bus Sempati Star BL 7751 AA bergerak dari arah barat (Banda Aceh) menuju timur (Medan) dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, bus yang disopiri M Ali itu berupaya mendahului sebuah mobil tangki dengan mengambil jalur lebih ke kanan jalan. Dari arah berlawanan ternyata melaju Sempati Star BL 7704 AA yang disopiri Samsul Bahri, sehingga tabrakan pun tak terelakkan. Bagian depan kedua bus itu rusak parah.
Tak lama setelah tabrakan, polisi bersama masyarakat datang dan berusaha mengeluarkan para korban dari bus. Korban yang luka langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara. Dari Puskesmas Muara Batu korban yang tewas dan yang lukanya dinilai parah langsung dirujuk ke Rumah Sakit PT Arun NGL Co di Batuphat. Sebagian lagi dilarikan ke rumah sakit di Bireuen, termasuk M Ali, sopir bus BL 7751 AA.
Proses pemindahan kedua bus nahas itu dari badan jalan baru tuntas pada pukul 11.00 WIB. Kedua bus ditarik pakai truk tronton, selanjutnya dibawa ke Terminal Bus Cunda Lhokseumawe untuk dijadikan barang bukti dalam kasus tabrakan “laga kambing” ini.
Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Lhokseumawe, Teuku Rahmuddin A, menyebutkan setelah memperoleh laporan tentang tabrakan itu, ia langsung mendata korban ke rumah sakit.
Korban yang terluka, menurut Rahmuddin, ditanggung biaya pengobatannya, maksimal Rp 20 juta per orang. Khusus korban yang meninggal diberikan santunan kepada ahli warisnya, masing-masing Rp 50 juta. “Untuk korban Saiful Bahri, santunan kita berikan hari ini juga kepada ahli warisnya di Syamtalira Aron, Aceh Utara. Sedangkan untuk Zaini, santunan kematian akan diserahkan Jasa Raharja Cabang Sigli kepada ahli warisnya yang bermukim di Sigli. Kami upayakan penyerahannya dilakukan hari ini juga,” demikian Teuku Rahmuddin. (bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bus-sempati-star-yang-tabrakan-di-jalan-medan-banda-aceh_20171021_112049.jpg)