Wagub Tinjau Proyek Perbatasan

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh

Wagub Tinjau Proyek Perbatasan
Wagub Aceh Ir Nova Iriansyah bersama Bupati Galus Muhammad Amru dan sejumlah kepala SKPK lainnya, tinjau proyek APBA dan Otsus di Galus, Jumat (20/10). SERAMBI/RASIDAN. 

* Bersumber dari Otsus dan APBA 2017

BLANGKEJEREN - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) mengunjungi Gayo Lues (Galus). Kegiatan itu untuk melihat langsung hasil pembangunan bersumber dari dana Otsus dan APBA 2017, terutama jalan perbatasan antarkabupaten Galus dengan wilayah timur dan barat Aceh yang kerap dibiarkan rusak.

Proyek yang ditinjau, salah satunya, jalan provinsi dari Babahrot-Tongra perbatasan Abdya dengan Galus. Kemudian, jalan dari Blangkejeren ke Kecamatan Pining, perbatasan dengan Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

Proyek peningkatan jalan provinsi di Tongra, Kecamatan Terangun yakni dari Blangkejeren ke Terangun dan Tongra-Babahrot Abdya yang terdiri dari tiga paket. Kemudian pembangunan ruang kelas belajar (RKB) bertingkat di SMAN 1 Blangkejeren dan RSUD Blangkejeren yang didampingi Wabup Galus, Said Sani pada Kamis (19/10).

Wagub Aceh bererta rombongan didamping Bupati Galus Muhammad Amru kembali meninjau proyek peningkatan jalan Blangkejeren-Pining dan Lesten hingga Lokop, Aceh Timur yang ditinjau pada Jumat (20/10) pagi seusai bertolak dari pendopo bupati.

“Sebagian besar paket proyek yang ditinjau masih rendah dengan prosentase hanya sekitar 30 persen, bahkan ada yang baru tiga persen dikerjakan,” jelasnya. Dia menegaskan peninjauan ini untuk mengawasi dan bahan evaluasi untuk mencari solusi atas keterlambatan pekerjaan. Dia menyatakan seluruh proyek itu harus rampung sebelum 15 Desember 2017, sehingga rekanan tidak akan berurusan dengan hukum.

Nova menyatakan masih ada pekerjaan proyek yang lambat seperti peningkatan jalan Babahrot ke Tongra, Kecamatan Terangun hingga Blangkejere, “Ada empat paket ruas jalan dengan empat kontraktor berbeda, tetapi satu paket dari Terangun ke Blangkejeren masih sangat rendah,” sebutnya.

Dia menjelaskan proyek jalan Terangun-Blangkejeren terdapat kendeala, karena rekanan juga menang tender di Abdya, sehingga AMP dibawa ke Abdya. Bahkan, rekanan itu harus menyewa alat berat grader ke BUMD Galus, tetapi rusak.

Dia menegaskan seluruh paket proyek itu bisa rampung tepat waktu dengan catatan, rekanan harus menambah alat berat, pasokan material dan pekerja. Dikatakan, tim pengawas akan terus meminta rekanan mempercepat pekerjaan dan tidak boleh santai lagi.

“Begitu juga halnya dengan paket proyek lainnya seperti pembangunan RKB di SMAN 1 Blangkejeren dan RSUD Blangkejeren,” harap Nova yang sempat mengadakan pertemuan dengan para pelajar SMA itu, selain dengan dokter di rumah sakit.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved