Jual Kerajinan Ini, Seorang Pengasuh Pondok Pesantren Mampu Hidupi 84 Santri Miskin dan Yatim

Tampak tumpukan kursi berbentuk lingkaran dengan beragam warna terpajang di depan rumah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qalbi Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Eko Rosandi menunjukkan kursi santri (kursan) hasil karya santrinya.(KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi) 

SERAMBINEWS.COM - Keikhlasan dan tekad Eko Rosandi (40) mengasuh santri-santri tak mampu dari hasil usaha ban bekas menjadi berkat tersendiri bagi pria asal Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Eko merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qalbi Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo.

Keuletannya berkreasi menjadikan ban bekas yang biasanya banyak hanya tersimpan di gudang atau menumpuk di bengkel-bengkel mobil menjadi bernilai ekonomis tinggi.

Tampak tumpukan kursi berbentuk lingkaran dengan beragam warna terpajang di depan rumah.

Sofa-sofa cantik ini diberi nama sofa Kursan yang memiliki kepanjangan kursi santri.

"Saya tidak mengira kursi kreasi berbahan ban bekas saya bisa laku dan diterima masyarakat. Padahal bahan utamanya ban bekas mobil yang saya beli dari bengkel-bengkel yang ada di Ponorogo," ujar Eko, Senin ( 23/10/2017) seperti dilansir Kompas.com.

Baca: VIDEO: Ragam Tingkah Anak Menolak Disunat, Menangis, Baca Ayat Al Quran Hingga Dipeluk Ibunya

Eko menceritakan awal mula memiliki ide untuk membuat kursi dari ban bekas yaitu sejak 2015.

Sebelumnya, ia sudah menggeluti kerajinan ban bekas, namun hanya berupa tempat sampah.

Lantaran ingin menjadikan ban bekas bernilai jual lebih tinggi, lalu ia memiliki ide membuat sofa atau kursi dari ban bekas.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved