Warga Datangi Kejari Aceh Utara

Perangkat tuha peut bersama warga Desa Glok Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara

Warga Datangi Kejari Aceh Utara

* Pertanyakan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Desa

LHOKSUKON - Perangkat tuha peut bersama warga Desa Glok Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara pada Senin (23/10), mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara untuk mempertanyakan kasus dugaan penyelewengan dana desa tahun 2016 yang dilaporkan sebelumnya. Warga ingin mengetahui perkembangan atas laporan yang sudah mereka sampaikan kepada jaksa.

Untuk diketahui, pada 23 Agustus 2017 warga Desa Glok Aron melaporkan ke Kejari Aceh Utara tujuh item proyek yang diduga bermasalah. Dalam surat yang diteken ketua tuha peut dan warga, tujuh item tersebut adalah, pelebaran jalan Dusun Alhuda dengan dana Rp 33,4 juta tapi warga tak mengetahui lokasi pelebaran jalan tersebut, dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dengan dana Rp 57,4 juta yang sampai sekarang pengurusnya belum terbentuk dengan alasan sudah dialihkan ke bentuk fisik.

Kemudian dana untuk kanopi meunasah Rp 30 juta, sampai sekarang belum dikerjakan. Selanjutnya, pembangunam saluran pembuang dengan anggaran Rp 61,1 juta di Dusun Syeh Cut yang sudah dikerjakan pada 2015, sehingga 2016 tidak dikerjakan lagi meskipun tetap dialokasikan dana. Lalu pembangunan Polindes dengan dana Rp 47 juta, dikerjakan tak sesuai dengan rincian anggaran biaya (RAB), dan sampai sekarang belum rampung.

Pembangunan lain yang diduga bermasalah adalah jalan rabat beton dengan dana Rp 135 juta, dan tidak dikerjakan dengan sesuai dengan RAB. Terakhir adalah soal aset desa Rp 69 juta yang bersumber dari Badan Keuangan Pemakmur Gampong (BKPG) yang dijanjikan dikembalikan keuchik pada 31 Agustus 2016, tapi belum ditunaikan. Dari tujuh item tersebut, empat di antaranya diduga fiktif.

“Jadi tujuan kami hari ini ke jaksa untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut setelah kami laporkan pada 23 Agustus,” ujar Ketua Tuha Peut Desa Glok Aron, Mahmud didampingi anggota Khairunnas dan sejumlah warga kepada Serambi, kemarin. Ia berharap agar jaksa segera memproses kasus tersebut.

Sementara itu, Keuchik Glok Aron, Mahmuddin yang dihubungi Serambi, tak berhasil dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan. Berulangkali upaya Serambi menghubungi ke handphone-nya, tapi tidak aktif atau tak tersambung.

Sementara itu, Koordinator Bidang Hukum dan Politik masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Baihaqi kepada Serambi menyebutkan, kasus itu harus diungkap tuntas, sehingga menjadi pelajaran bagi keuchik lain agar tidak melakukan hal yang sama. “Kita berharap kepada aparat penegak hukum serius mengungkap kasus tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara, Edi Winarto MH melalui Kasi Intel Erning Kosasih SH kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, laporan dari warga sudah diterima beberapa waktu lalu dan pihaknya sedang mempelajari kasus itu, di mana nantinya hasilnya akan disampaikan kepada warga. “Ada warga dari Glok Syamtalira Aron datang ke kantor untuk mempertanyakan kasus itu, dan sudah kita jelaskan bahwa sekarang dalam proses telaah,” katanya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved