Breaking News:

Jangan Chatting dan Main Medsos Sambil Jalan Kaki di Kota Ini, Jika Kedapatan Siap-siap di Denda

"Peraturan ini benar-benar mendukung standar keselamatan tinggi bagi warga," cetus anggota dewan Honolulu Brandon Elefante, s

Editor: Faisal Zamzami
net
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM – Dewasa ini, pejalan kaki kerap mengabaikan keselamatan dirinya. Alih-alih sigap melihat lingkungan sekitarnya, mereka justru terpaku pada layar gawainya. Entah asyik bertukar pesan (chatting) maupun bermain media sosial.

Berkaca pada kondisi tersebut, kota Honolulu di Hawaii, Amerika Serikat (AS), membuat aturan tegas bagi warganya. Keselamatan pejalan kaki tak bisa ditawar lagi.

Pemerintah Honolulu telah mengeluarkan undang-undang dengan sanksi denda mencapai 35 dollar AS (sekitar Rp 500.000) bagi pejalan kaki yang sibuk main gawai saat menyeberang jalan.

Denda itu bakal meningkat jika pejalan kaki mengulang kesalahannya di kemudian hari. Untuk pelanggaran kedua, rentang nilai denda adalah 35-75 dollar AS dan 75-99 dollar AS untuk pelanggaran ketiga kalinya.

(Baca: Media Sosial di Indonesia Sangat Kejam, Kata Jokowi)

Undang-undang itu resmi berlaku pada Rabu (25/10/2017) ini dan mencakup semua jenis telepon seluler, video gim, dan laptop. Peraturan seperti itu disebut sebagai yang pertama kali di kota besar dunia.

"Peraturan ini benar-benar mendukung standar keselamatan tinggi bagi warga," cetus anggota dewan Honolulu Brandon Elefante, seperti dilansir New York Times.

Wali Kota Honolulu Kirk Caldwell mengatakan, undang-undang itu krusial mengingat masih banyak warga yang tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan."Terkadang saya berharap tak perlu ada peraturan seperti ini, jika akal sehat masih berlaku,” ujar Caldwell. 

"Tetapi kadang-kadang kita kurang akal sehat,” selorohnya kemudian.

(Baca: Risty Tagor: Tidak Perlu Mencurahkan Isi Hati di Media Sosial)

Kematian pejalan kaki di Amerika Serikat memang relatif tinggi. Pada 2016 lalu, angkanya mencapai 5.987 orang atau meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya. Itu merupakan jumlah terbesar sejak 1990.

Penggunaan gawai diyakini sebagai penyebab utama tingginya angka kecelakaan pejalan kaki.

" Gawai merupakan sumber gangguan mental dan visual yang sering terjadi bagi pengemudi dan juga pejalan kaki,” demikian analisis Governards Highway Safety Association.(The New York Times)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved