Pusat belum Transfer Rp 43 M Dana Desa Abdya

Dana Desa (DD) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahap II 2017 sebanyak Rp 43,4 miliar (40 persen) sampai

Pusat belum Transfer Rp 43 M Dana Desa Abdya
KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, Amhar Abubakar, meninjau peserta tes calon pendamping dana desa di Unsyiah, Minggu 

BLANGPIDIE - Dana Desa (DD) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahap II 2017 sebanyak Rp 43,4 miliar (40 persen) sampai Selasa (24/10) belum ditransfer Kementerian Keuangan RI. Ini disebabkan pemerintah pusat sampai saat ini belum menerima laporan serapan anggaran tahap I berjumlah Rp 69,6 miliar (60 persen).

Seperti diketahui sebanyak 152 desa/gampong di Kabupaten Abdya mendapat alokasi DD tahun 2017 sebesar Rp 116 miliar lebih. Pencairan dilakukan dua tahap, pertama 60 persen sebesar Rp 69,6 miliar dan kedua 40 persen atau sebanyak Rp 43,4 miliar.

Berdasarkan ketentuan baru, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI baru mentransfer DD tahap II, setelah pemerintah daerah setempat melaporkan serapan anggaran tahap I. Laporan serapan anggaran tersebut diinput dalam aplikasi Om Span yang bisa dipantau secara online oleh Kantor KPPN Tapaktuan dan Kemenkeu RI.

“Laporan serapan DD tahap I yang kita terima dari desa-desa sedang dalam proses input ke aplikasi Om Span, diharapkan selesai bulan ini,” kata Plt Kepala Badan Keuangan Kabupaten (BKK) Abdya, Muhammad Nizam SE MM menjawab Serambi, Selasa (24/10).

Setelah tuntas diinput, BKK Abdya melaporkan kepada KPPN Tapaktuan selaku Bendahara Negara, kemudian meneruskan ke Kemenkeu. Lalu, Kemenkeu mentransfer DD tahap II ke rekening Kas Daerah Kabupaten Abdya. “Jadi, transfer DD tahap II darti Kemenkeu menunggu laporan serapan anggaran tahap I melalui aplikasi Om Span,” katanya.

Ditanya, laporan serapan anggaran tahap I terlambat diinput, Muhammad Nizam menjelaskan, desa terlambat menyerahkan laporan serapan anggaran, malahan hingga sekarang ini masih ada sejumlah desa belum menyerahkan laporan serapan anggaran. Kendala lain jaringan internet sangat lambat dikarenakan banyak daerah lain juga melakukan hal sama.

Muhammmad Nizam menjelaskan BKK Abdya menugaskan tiga staf untuk menginput laporan serapan DD tahap I ke aplikasi Om Span. Tiga staf tersebut bekerja sejak pagi sampai sore, dan diharapkan tuntas paling lambat sampai Oktober, ini.

Perlu diketahui bahwa, anggaran desa untuk 152 desa di Kabupaten Abdya tahun 2017 terdiri atas tiga jenis. Selain DD, juga ada Anggaran Dana Gampong (ADG) bersumber dari APBK Abdya berjumlah Rp 47,3 miliar lebih.

Tahap pertama dicairkan 40 persen berjumlah Rp 18,9 miliar lebih, dan pencairan tahap II sebanyak 60 persen atau berjumlah Rp 28,3 miliar lebih. Kemudian anggaran dari bagi hasil pajak dan retribusi berjumlah Rp 984 juta.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Ruslan Adly SP dihubungi Serambi, Selasa (24/10) mengakui dari 152 gampong yang mencairkan DD tahap I, masih ada sekitar 14 gampong belum melaporkan serapan angaran ke BKK Abdya. Ruslan Adly tidak merinci 14 nama desa yang belum melaporkan serapan anggaran tahap I tersebut.

“Kita terus mendesak keuchik (kepala desa) tersebut segera menyerahkan laporan serapan anggaran kepada BKK Abdya untuk segera diinput dalam aplikasi Om Span,” katanya. Laporan serapan anggaran dikatakan sangat penting mendapat perhatian aparatur desa karena terkait langsung dengan transfer DD tahap II oleh Kemenkeu RI.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved