Breaking News:

Simulasi Peradilan Adat di Gampong Tanjong, Soal Istri Muda dan Bagi-bagi Harta Warisan

Kasusnya, istri muda datang ke istri pertama, meminta harta warisan yang ditinggalkan sang suami.

Penulis: Subur Dani | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Suasana simulasi peradilan adat yang dilaksanakan Majelis Adat Aceh (MAA) di Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (26/10/2017). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Adat Aceh (MAA) menggelar simulasi peradilan adat di meunasah Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (26/10/2017).

Simulasi itu dilaksanakan di sela-sela peresmian gampong percontohan peradilan adat.

Untuk diketahui, Gampong Tanjong adalah gampong binaan MAA sebagai gampong percontohan peradilan adat.

(Baca: VIDEO: Menteri Susi Pudjiastuti Pakai Baju Adat Aceh, Mirip Laksamana Malahayati?)

Dalam simulasi itu diperlihatkan dewan atau majelis peradilan gampong yang diketuai keuchiek setempat, menggelar majelis peradilan adat atas kasus seorang warga.

Adapun persoalan yang dilaporkan adalah persoalan seorang suami beristri dua yang telah meninggal dunia.

Kasusnya, istri muda datang ke istri pertama, meminta harta warisan yang ditinggalkan sang suami.

(Baca: VIDEO: Pertengkaran Maut di Bireuen, Istri Muda Bunuh Istri Tua)

"Baroe, inong kedua gobnyan geujak bak loen, geujak tanyoeng harta warisan keu gobnyan. Man loen kon hana loen tepeu jaweub," kata istri pertama dalam simulasi itu, yang diperankan oleh salah seorang ibu-ibu.

Karena tidak bisa mengambil keputusan, akhirnya istri pertama tersebut melapor ke keuchik setempat dan segera digelar mejelis peradilan adat.

(Baca: Majelis Adat Aceh Latih Peradilan Adat di Simeulue)

Dalam simulasi itu juga diceritakan, persoalan itu langsung ditangani pihak mejelis gampong dan diselesaikan secara pendekatan adat, mediasi, dan pembagian harta yang seadil-adilnya.

Acara itu dihadiri Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, Ketua MAA, Badruzzaman Ismail SH MHum, sejarawan dan budayawan Aceh, Rahman Kaoy, anggota DPRK Aceh Besar dan sejumlah tokoh masyarakat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved