Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah Ikue Lhueng, Petani Resah
"Banjir merendam lahan sawah sejak Senin malam lalu, dan masih bertahan sampai Kamis hari ini,"
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan hektare lahan sawah di Desa Ikue Lhueng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terendam banjir selama tiga hari terakhir.
"Banjir merendam lahan sawah sejak Senin (30/10/2017) malam lalu, dan masih bertahan sampai Kamis (2/11/2017) hari ini," kata anggota Kelompok Tani Makmue Beusare, M Johan kepada Serambinews.com.
(Baca: Petani Demo ke DPRK Singkil, Negosiasi Sempat Alot, Ini Tuntutan Pendemo)
M Johan menjelaskan, prmukaan banjir masih bertahan, malah semakin tinggi sehingga para petani sangat resah karena lahan sawah tidak bisa digarap.
Pasalnya, permukaan banjir masih bertahan dengan ketinggian tidak kurang 1 meter.
Satu unit alat berat jenis beko yang dipakai untuk membuka lahan sawah baru di lokasi Dusun II, Desa Ikue Lhueng mulai terendam setinggi 1 meter.
Peristiwa ini juga mengakibatkan pekerjaan cetak sawah terhenti selama tiga hari terakhir.
(Baca: Petani Serbajadi Diserang Kawanan Gajah, Tapi Alhamdulillah Selamat Setelah Berteriak)
Ketua Kelompok Tani Makmue Beusare, M Johan menjelaskan, persoalan banjir yang kerap merendam lahan sawah Desa Ikue Lhueng akibat tersumbat saluran dari Babah Dua menuju alur pada jembatan Ikue Lhueng lokasi lintasan Jalan Nasional.
Kemudian, saluran menuju lokasi TPA (tempat pembuangan akhir) sampah, juga tidak pernah dibersihkan selama enam tahun terakhir, sehingga ketika terjadi banjir yang merendam areal sawah sangat lama surut.
"Bila tidak segera ditangani, kegiatan Musim Tanam (MT) Rendengan 2017/2018 akan terganggu akibat lahan sawah tidak bisa digarap," ungkap M Johan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sawah-terendam-di-singkil_20170909_095311.jpg)