Madrid Terbitkan Perintah Penahanan Internasional untuk Tangkap Tokoh Referendum Catalonia  

Bekaert mengatakan dia bakal mengajukan banding jika Belgia telah menerima permintaan resmi dari Spanyol.

Madrid Terbitkan Perintah Penahanan Internasional untuk Tangkap Tokoh Referendum Catalonia  
AFP PHOTO/LLUIS GENE
Dokumen foto ini diambil pada 10 September 2017. Presiden Catalonia Carles Puigdemont (dua dari kanan) dan Josep Lluis Trapero (kanan), Kepala Kepolisian Catalonia, menggelar inspeksi terhadap pasukan Mossos DEsquadra sebelum menghadiri seremoni penghargaan terhadap kepolisian Catalonia yang biasa disebut Mossos dEsquadra. 

MADRID, SERAMBINEWS.COM - Pengadilan Spanyol akhirnya menerbitkan surat perintah penahanan internasional kepada presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, dan empat menterinya.

Hal itu diungkapkan pengacara Puigdemont di Belgia, Paul Bekaert.

Bekaert menyatakan, dengan terbitnya surat itu, maka Madrid bakal melayangkan permintaan kepada jaksa federal Belgia untuk mengekstradisi Puigdemont dan empat menteri di kabinetnya.

Bekaert memastikan Puigdemont akan tetap bertahan di Brussels jika Madrid mendesaknya untuk kembali.

(Baca: Azhari Cagee: Referendum bukan Sekedar Wacana)

Kepada kanal televisi VRT, seperti dikutip AFP, Bekaert mengatakan dia bakal mengajukan banding jika Belgia telah menerima permintaan resmi dari Spanyol.

"Tuan Puigdemont sangat kooperatif dengan otoritas hukum Belgia," ucap pengacara spesialis hak asasi manusia itu.

Spanyol begitu ingin menangkap Puigdemont dan kabinetnya yang tersisa setelah mereka menahan delapan pejabat Catalonia Kamis (2/11/2017).

Anggota parlemen Catalonia saat tiba di gedung Pengadilan Nasional di Madrid, Kamis (2/11/2017).
Anggota parlemen Catalonia saat tiba di gedung Pengadilan Nasional di Madrid, Kamis (2/11/2017). (Gabriel Bouys / AFP)

Kedelapan pejabat itu, termasuk Wakil Presiden Oriol Junqueras, ditahan untuk memastikan mereka tidak akan melarikan diri seperti Puigdemont.

Mereka disidang atas tuduhan dorongan pemisahan diri Catalonia dari Spanyol ketika melaksanakan referendum 1 Oktober lalu.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved