Breaking News:

Warga Keluhkan Kualitas Air PDAM

Warga dari sejumlah gampong di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mengeluhkan kualitas suplai air bersih dari PDAM Tirta Daroy

Editor: hasyim
PEKERJA motong pipa induk diameter 600 milimeter milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy di Jalan T Chik Ditiro Banda Aceh, Senin (7/11). Jalur pipa induk di kawasan itu dipindahkan karena terkena proyek pembangunan fly over Simpang Surabaya. 

* Keruh dan Kotor

BANDA ACEH - Warga dari sejumlah gampong di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mengeluhkan kualitas suplai air bersih dari PDAM Tirta Daroy, kuning dan berkeruh. Kondisi tersebut telah berlangsung kurang lebih dua minggu lalu dan sejauh ini dinilai belum ada penangganan yang serius dari PDAM.

Keluhan itu diungkapkan Zulkifli, warga Beurawe dan Sadli warga Lampulo kepada Serambi, Jumat (3/11). Menurut Zulkifli, untuk debit air yang diterima mencukupi dan itu tidak menjadi persoalan. Tapi, yang menjadi permasalahan, lanjutnya, justru air yang keluar tidak jernih adan agak kotor, sehingga terkesan tak layak konsumsi sama sekali.

“Kami sudah pernah melaporkan kondisi air tersebut ke Kantor PDAM beberapa waktu lalu. Petugas waktu itu berjanji akan menindaklanjutnya. Tapi, sampai hari ini mereka tak kunjung datang,” ujarnya.

Karena, tidak ada respons, sehingga Zulkifli memutuskan melapor masalah itu ke wartawan. “Kalau wartawan yang telepon pak Dirut PDAM dan meminta penjelasan, mungkin beliau akan berikan keterangan. Karena, sudah menjadi kapasitas wartawan sebagai kontrol sosial, sehingga kami pun akan tahu sebetulnya apa yang menjadi penyebab air bersih yang kami terima berwarna kehitam-hitaman dan tak layak kosumsi,” ujar Zulkifli.

Sementara itu Sadli warga Kuta Alam juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, sudah 10 hari lalu, kualitas air bersih dari PDAM berwarna kekuning-kuningan dan berkeruh, sehingga setiap malam, dia harus menampung beberapa ember air agar dapat digunakan pada pagi hari. “Air yang saya pisahkan dari bak air ini, harapannya dapat digunakan mandi pagi hari saat kami berangkat kerja serta sebagian digunakan untuk memasak dan mencuci. Tapi, kalau dalam bak, sama saja, karena daya tampungnya banyak, sehingga air tetap mengguning dan tak layak pakai,” sebut Sadli.

Ada Pengerjaan Saluran
DIREKTUR Utama Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub yang ditanyai Serambi menjelaskan, untuk warga Gampong Beurawe yang mengeluhkan suplai air bersih yang diterima di rumah berwarna keruh dan kotor dikarenakan sedang ada pengerjaan saluran pembuangan dan itu berlangsung di Gampong Beurawe. “Waktu dilakukan penggalian itulah pipa-pipa PDAM kena peralatan kerja. Di sela-sela kami lakukan penyambungan, bagian pipa-pipa yang tengah kami sambung itu bercampur dengan tanah, sehingga ada sebagian yang menerima air yang agak hitam,” sebut Ampon Yub--panggilan akrab T Novizal Aiyub yang ditanyai Serambi.

Dia menjelaskan setiap pipa mereka yang rusak selalu mendapat konfirmasi dari penanggung jawab pengerjaan saluran. Tapi, lanjut Ampon Yub, pekerjaan saluran pembuangan itu tidak dapat dicegah, sehingga siap tidak siap, pipa PDAM pun sering bocor akibat kena peralatan kerja. “Untuk di Lampulo setelah dicek petugas kami tidak pekerjaan saluran atau ada kerusakan-kerusakan di titik yang dicurigai. Tapi, beberapa hari ini air memang kami akui kurang, karena air sungai sedang besar, sehingga kami kurangi produksi. Mungkin dampak itulah warga menggunakan alat bantu sedot, sehingga air yang keluar menjadi kuning,” demikian Ampon Yub.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved