PAKAR Bahas Polemik Penyelamatan UUPA

Dewan Pimpinan Pusat Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (DPP PAKAR ACEH) mengadakan diskusi

PAKAR Bahas Polemik Penyelamatan UUPA
Yarmen Dinamika

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (DPP PAKAR ACEH) mengadakan diskusi polemik penyelamatan UUPA yang saat ini dengan mencuat di Aceh. Diskusi dengan tema ‘Perlukah Menyelamatkan UUPA’ itu digelar di salah satu kafe di Banda Aceh, Minggu (5/11).

Adapun narasumber yang hadir dalam disukusi, Yarmen Dinamika, Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, pengamat politik dan keamanan Aceh, Aryos Nivada, akademisi dan pakar hukum Unsyiah, Kurniawan, SH LLM, dan anggota DPRA, Azhari SIP atau yang akrab dikenal Azhari Cagee.

Dalam diskusi itu, berbagai persoalan penyelematan dan polemik UUPA yang saat ini sedang getol diperjuangkan pihak DPRA dibahas. “UUPA sangat perlu untuk diselamatkan karena merupakan suatu warisan yang lahir dari proses yang panjang, UUPA menjadi pintu bagi kesejahtraan rakyat Aceh,” kata Kurniawan.

Sementara Azhari Cagee mengatakan, ia sebagai anggota DPRA yang maju dari Partai Aceh (PA) yakni salah satu partai yang lahir dari perdamaian Aceh, mendukung sepenuhnya siapapun yang selama ini terus mengadvokasi UUPA di pusat. “Tapi seperti yang sering saya sebutkan, mari perjuangkan UUPA secara menyeluruh, tidak sepenggal-sepenggal. UUPA harus dilihat secara keseluruhan, bukan pasal per pasal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung polemik bendera yang baru-baru ini kembali mencuat setelah aksinya di DPRA beberapa hari lalu. Soal bendera, ia tegaskan, ini salah satu kekhususan Aceh yang harus segera diselesaikan. “Sudah empat tahun pengesahan qanun ini, tapi belum terealisasi, hingga kini bendera juga belum berkibar. Ini harus segera dituntaskan,” pungkas Azhari Cagee.

Sementara Aryos Nivada, persoalan UUPA, Pemerintah dan DPRA harus melakukan pendekatan secara assimetris demi menyalamatkannya. Ini harus segera dilakukan, jangan terkesan ketika ada kepentingan saja membahas UUPA. “Intinya persoalan UUPA harus segera diselesaikan dan Aceh harus segera berdialog dengan pusat,” sebutnya.

Hal yang sama juga disebutkan, Yarmen Dinamika, ia juga setuju UUPA perlu diperjuangakan dan diselamatkan, karena UUPA adalah realisasi dari perjanjian damai Aceh dan Jakarta, konsentrasi terhadap komitmen atau perjanjian damai yang tertuang dalan UUPA.

Dalam diskusi itu, melahirkan beberapa rekomendasi lembaga PAKAR, di antaranya, permasalahan UUPA perlu diadakan dialog Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan semua polemik, baik perkara bendera maupun permasalah lainnya, seperti pencabutan dua pasal baru-baru ini.

Selanjutnya, PAKAR berharap semua elemen sipil dilibatkan dalam segala permasalahan yang berkaitan dengan UUPA, sehingga tidak terkesan berjalan sendiri ataupun terkesan kepentingan kelompok. “Ketiga, PAKAR Aceh menilai pemerintah terkesan apatis mengenai penyelamatan dan perjuangan UUPA di masa pemerintahan sekarang,” pungkas Direktur PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved