Elpiji Melon Sulit Didapat

Warga di sejumlah kampong di pedalaman Aceh Tamiang mengeluh sulitnya memperoleh elpiji isi 3 Kg

Elpiji Melon Sulit Didapat
PEKERJA menukar tabung gas elpiji 3 kg yang kosong di tempat penyalur resmi di Desa Ule Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (20/2). Harga resmi tabung elpiji 3 kg Rp 16.000 sementara pembeli harus membayar dengan harga Rp 18.000 pertabung 

* Warga beralih ke Kayu Bakar

KUALASIMPANG - Warga di sejumlah kampong di pedalaman Aceh Tamiang mengeluh sulitnya memperoleh elpiji isi 3 Kg (elpiji melon) di pasaran, sehingga sebagian dari mereka kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak kebutuhan rumah tangga.

Datok Penghulu (kepala desa) Kampong Tanjong Gelumpang, Sahar, mengatakan sudah dua bulan terakhir elpiji bersubsidi ini sulit diperoleh di desanya, karena kios yang biasanya menjual elpiji melon, tidak lagi mendapatkan jatah dari pangkalan. “Warga pun harus mencari elpiji ini hingga ke Medang Ara dengan jarak mencapai 30 Km. Kalau pun ada elpiji melon ini dijual seharga Rp 25.000-Rp 30.000/tabung,” ujarnya.

Akibat sulitnya mendapat elpiji untuk rakyat miskin ini, sebagian ibu rumah tangga di Tanjong Gelumpang beralih menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak.

Kondisi yang sama juga diungkapkan Sahlan, pedagang di Kampong Sungai Kurok Tiga, Kecamatan Seruway. Ia mengaku sudah dua bulan tidak menjual elpiji 3 Kg disebabkan sulitnya mendapatkan elpiji tersebut. “Pemerintah seharusnya mengendalikan kelangkaan elpiji ini dan memastikan elpiji bersubsidi tersebut tersedia sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” sarannya.

Datok Kampong Tanjong Gelumpang, Sahar, mengatakan saat elpiji bersubsidi sulit didapat, elpiji nonsubsidi (Bright Gas) isi 5 Kg cukup banyak tersedia di pasaran. Warga miskin yang sebenarnya berhak menggunakan elpiji bersubsidi, kini mulai berpikir untuk beralih menggunakan elpiji nonsubsidi akibat ketidakmampuan pemerintah menyediakan elpiji melon di daerah ini.

Namun warga berharap pemerintah atau pihak Pertamina bisa memfasilitasi penukaran tabung elpiji melon dengan tabung Bright Gas isi 5 Kg, karena harga beli tabung tersebut cukup mahal dan memberatkan masyarakat.

Di tingkat pangkalan, harga Bright Gas (isi 5 Kg) plus tabung sebesar Rp 320 ribu-Rp 330 ribu. Sedangkan untuk pengisian ulang seharga Rp 65 ribu/tabung.

“Yang memberatkan warga adalah saat pertama membeli elpiji beserta tabungnya. Sedangkan tabung elpiji melon, tidak digunakan lagi jika warga sudah beralih ke Bright Gas. Karena itu warga berharap pemerintah memfasilitasi penukaran tabung untuk memudahkan warga membeli elpiji nonsubsidi, karena pendapatan mereka pas-pasan,” kata Sahar mewakili warganya.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved