Pidie, Pijay, dan Bireuen Dapat Hibah

Kabupaten Pidie, Pidie Jaya (Pijay), dan Bireuen mendapat dana hibah dari Pemerintah Pusat Rp 623 miliar

Pidie, Pijay, dan Bireuen Dapat Hibah
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Gempa Pijay 

* Rp 623 M untuk Rehab Rekon Akibat Gempa

BANDA ACEH - Kabupaten Pidie, Pidie Jaya (Pijay), dan Bireuen mendapat dana hibah dari Pemerintah Pusat Rp 623 miliar untuk biaya rehab rekon tiga kabupaten itu yang terkena dampak gempa berpusat di Pijay, 7 Desember 2016 tersebut. Dana itu akan dialokasikan pada November 2017.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, Ir Yusmadi melalui Kabid Rehab Rekon, Said Hasyim menyampaikan hal ini kepada Serambi, Selasa (7/11) seusai acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Setelah Gempa Bumi di Pidie, Pijay dan Bireuen. Acara diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat itu berlangsung di Hotel Mekkah, Banda Aceh.

“Dana hibah rehab rekon untuk tiga daerah tersebut dibagi dalam lima alokasi. Pertama untuk Pidie Jaya Rp 343,5 miliar, kedua Pidie Rp 66,7 miliar, ketiga Bireuen Rp 30,8 miliar, keempat melalui Pemerintah Provinsi Aceh Rp 23,3 miliar, dan kelima melalui Kementerian PUPR Rp 161 miliar,” sebut Said Hasyim.

Said Hasyim mengakui baru kemarin seusai rakor tersebut mengetahui ada alokasi dana ini untuk tiga daerah tersebut. Karena itu, menurutnya tujuan rakor dibuka Gubernur Aceh diwakili Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes untuk koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilakukan masing-masing pihak yang mendapat pembagian dana hibah gempa itu.

Taqwallah dalam sambutan gubernur mengatakan masing-masing penerima dana hibah rehab rekon bencana alam wajib mempresentasikan program dan kegiatan yang akan dilakukan, termasuk Pemerintah Aceh melalui BNPB maupun Kementerian PUPR. Tujuannya agar program rehab rekon yang akan dilakukan tak tumpang tindih dan berjalan maksimal.

“Dana hibah pemerintah pusat itu jika dibandingkan dengan nilai kerusahan yang terjadi pada bencana gempa 7 Desember 2016 lalu di tiga daerah tersebut belum seimbang. Namun begitu, kita tidak boleh membandingkannya, tapi sekarang ini bagaimana dana hibah bencana alam yang minimal itu, bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” jelas Taqwallah.

Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes mengatakan sesuai penjelasan BNPB Aceh, pihaknya akan menggunakan dana hibah gempa itu untuk membangun jembatan Pangwa yang mereng dan merehab jalan provinsi di Pijay dan Bireuen yang rusak akibat gempa akhir tahun lalu itu.

Sedangkan Kementerian PUPR, kata Taqwallah akan menggunakan dana itu untuk membangun Masjid Tringgadeng, Gedung STAI Aziziyah, sejumlah Gedung RSUD Pijay, rehab sekolah, dan bangun kembali sekolah dan fasilitas umum lainnya yang rusak berat. Adapun dana hibah yang diberikan kepada tiga daerah yang terkena bencana alam, kata Taqwallah, mereka sudah punya program dan kegiatan masing-masing yang menjadi kewenangannya.

“Misalnya bangunan gedung SD dan SMP. Kalau rusak ringan dan sedang cukup dilakukan dengan cara merehabnya. Sedangkan yang rusak berat, harus bangun baru. Begitu juga terhadap rumah penduduk. Bantuan dan perbaikan rumah yang dilakukan nanti, tergantung dari kondisi kerusakannya, mulai rusak ringan, sedang, dan berat. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved